Abstract :
The advancement of technology in the 21st era brings new opportunities in the
education system, which allow online learning. This study was conducted to explore
EFL students? perception of synchronous learning use in language skills development.
To attain the objective, data were collected through questionnaires. The samples were
from students of the English Education Department batch 2020 and 2019 during the
even semester 2020/2021 academic year.
The findings showed that the EFL students had a positive perception of
synchronous learning used in language skills development such as learning language
skills synchronously saves time, easy to get information, as effective as face-to-face
learning, the students agree they could improve the language skills synchronously and
the quality of the questionnaire was good. However, synchronous learning is the
approach while doing online learning because it allows lecturers and students to interact
as if they were in a traditional classroom rather than feeling isolated. / Kemajuan teknologi di era 21 membawa peluang baru dalam sistem
pendidikan, yang memungkinkan pembelajaran online. Penelitian ini dilakukan untuk
mengeksplorasi persepsi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris terhadap penggunaan
pembelajaran sinkron dalam pengembangan keterampilan bahasa. Untuk mencapai
tujuan tersebut, data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel penelitian ini berasal dari
mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2020 dan 2019 semester genap
tahun ajaran 2020/2021.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap
pembelajaran sinkron yang digunakan dalam pengembangan keterampilan bahasa
seperti pembelajaran keterampilan bahasa secara sinkron dapat menghemat waktu,
mudah mendapatkan informasi, seefektif pembelajaran tatap muka, siswa setuju bahwa
mereka dapat meningkatkan keterampilan bahasa secara baik dan kualitas kuesioner
baik. Namun, pembelajaran sinkron adalah pendekatan saat melakukan pembelajaran
online karena memungkinkan dosen dan mahasiswa untuk berinteraksi seolah-olah
mereka berada di kelas tradisional daripada merasa terisolasi.