Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Simorangkir, Riana Theresia Ferdian
Subject
Office management
Datestamp
2024-10-02 08:36:01
Abstract :
Tujuan penelitian ini dirancang untuk mengetahui: (1) Kesiapan penerima
Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) di SMK PSKD I Jakarta, (2) Pelaksanaan KJP
di SMK PSKD I Jakarta, (3) Pemanfaatan dana KJP di SMK PSKD I Jakarta, (4)
Faktor-faktor yang mendukung pemanfaatan bantuan dana KJP di SMK PSKD I
Jakarta, (5) Faktor-faktor yang menghambat pemanfaatan bantuan dana KJP di
SMK PSKD I Jakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian analisa risiko penyalahgunaan
Countenance Stake yang meliputi aspek Antecedents (kesiapan penerima KJP),
Transactions (pelaksanaan KJP), dan Outcomes (pemanfaatan KJP). Subjek
penelitian adalah 15 siswa, 15 orang tua dan 2 staff/guru. Data dikumpulkan
dengan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh
melalui validitas isi menggunakan expert judgement dan validasi konstruk
menggunakan teknik korelasi product moment. Uji reabiitas menggunakan test
retest dan teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif
kualitatif.
Hasil Penelitian ini diketahui bahwa secara umum pelaksanaan Program
Kartu Jakarta Pintar sesuai dengan petunjuk teknis yang ada, meliputi: (1) Aspek
Antecedents (kesiapan penerima KJP) termasuk kategori baik. Hal ini ditunjukkan
dengan rata-rata persentase kesiapan penerima KJP yaitu sebesar 78,75%, (2)
Aspek Transaction (pelaksanaan KJP) termasuk kategori baik. Hal ini ditunjukkan
dengan rata-rata persentase pelaksanaan KJP yaitu sebesar 74,61%, (3) Aspek
Outcomes (pemanfaatan KJP) termasuk kategori sangat baik. Hal ini ditunjukkan
dengan rata-rata persentase pemanfaatan KJP yaitu sebesar 86,51%. Faktor
pendukung pemanfaatan KJP antara lain: (1) Adanya pendataan awal siswa miskin, (2) Tim pelaksana KJP selalu sama, (3) Kebijakan sekolah mengelola dana KJP. Faktor Penghambat pemanfaatan KJP: (1) Kurangnya sosialisasi
tentang KJP, (2) Pemberitahuan informasi yang selalu mundur, (3) Waktu
pencairan tidak sesuai dengan kebutuhan, (4) Tidak ada monitoring dari dinas
terkait.
Kata kunci: Analisis Risiko, Program Kartu Jakarta Pintar