Abstract :
A. Kenny (1671650001)
B. FISIPOL/Ilmu Komunikasi/Jurnalisme Multimedia
C. 91 Halaman + 41 Lampiran
D. 27 buku + 6 Jurnal Ilmiah + 7 website
E. Melati Mediana Tobing, S.T., S.I.Kom., M.Si.
F. ?Perbedaan Pemberitaan Kerusuhan Papua 2019 Pada Situs Web
Kompas.com dan Tabloidjubi.com (Melalui Analisis Wacana Kritis Theo
Van Leeuwen)?
Hal yang menarik dalam kegiatan jurnalistik terkini adalah perbedaan
pemberitaan online pada media nasional dengan media lokal, terutama saat
meliput aksi-aksi yang bersifat lokal. Salah satunya adalah kerusuhan Papua
di bulan Agustus 2019. Situs web Kompas.com dan Tabloidjubi.com
menerbitkan lebih dari 150 judul berita yang dimulai dari kejadian di
Surabaya sampai kerusuhan di Papua. Perbedaan geografis pada media
membuat Kompas.com dan Tabloidjubi.com memberitakan peristiwa ini
dengan wacana yang berbeda juga. Penelitian ini ingin melihat bagaimana
aktor ditampilkan pada wacana pemberitaan mengenai kerusuhan Papua 2019
dan bagaimana media dapat memengaruhi krisis pada geografi Papua melalui
wacana pemberitaannya mengenai kerusuhan Papua 2019 pada situs web
Kompas.com dan Tabloidjubi.com. Untuk menjawab permasalahan tersebut
penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis model Theo Van Leeuwen
dan teori media geografi sebagai alat interpretasi datanya. Sumber data dalam
penelitian ini adalah berita mengenai konflik Papua 2019 pada situs web
Kompas.com dan Tabloidjubi.com dengan kriteria berita dari tanggal 19
sampai 23 Agustus 2019. Pada akhirnya penelitian ini melihat jika dimensi
tekstur dan hubungan/koneksi pada teori media geografis akan menentukan
wacana pemberitaan yang akhirnya menghadirkan representasi terhadap
peristiwa unjuk rasa di Papua. Serta terdapat penggambaran sepihak ini
dilakukan oleh Kompas.com dengan tidak mewawancarai massa pengunjuk
rasa dalam beritanya untuk dimintai keterangan mengenai aksinya yang
berakhir dengan kerusuhan. Hal ini membuat massa hanya menjadi objek dari
inklusi tanpa memiliki kesempatan untuk menjelaskan maksud dari aksi
mereka.
Kata Kunci: Wacana, Media Geografi, Kerusuhan Papua, Kompas.com,
Tabloidjubi.com./
A. Kenny (1671650001)
B. FISIPOL / Communication Science / Multimedia Journalism
C. 91 Pages + 41 Attachment
D. 27 books + 6 Scientific Journals + 7 websites
E. Melati Mediana Tobing, S.T., S.I.Kom., M.Si.
F. ?Perbedaan Pemberitaan Kerusuhan Papua 2019 Pada Situs Web
Kompas.com dan Tabloidjubi.com (Melalui Analisis Wacana Kritis Theo
Van Leeuwen)?
What is interesting in recent journalistic activities is the difference between online
reporting in national media and local media, especially when covering local
actions. One of them is the Papua riots in August 2019. The websites
Kompas.com and Tabloidjubi.com published more than 150 news headlines
ranging from the incident in Surabaya to the riots in Papua. Geographical
differences in the media have made Kompas.com and Tabloidjubi.com report this
incident with a different discourse. This research wants to see how actors are
presented in the news discourse regarding the 2019 Papua riots and how the media
can influence the crisis in Papua's geography through their news discourse on the
2019 Papua riots on the Kompas.com website and Tabloidjubi.com. To answer
this problem, this study uses critical discourse analysis by Theo Van Leeuwen's
model and geographic media theory as a means of data interpretation. The data
source in this study is news about the 2019 Papua conflict on the website
Kompas.com and Tabloidjubi.com with news criteria from 19 to 23 August 2019.
In the end this research sees if the dimensions of texture and relationships /
connections in geographic media theory will determine news discourse which
ultimately presents a representation of the demonstration in Papua. And there is a
one-sided depiction of this one done by Kompas.com by not interviewing the
mass of protesters in their news to be asked for information about their actions
which ended in riots. This leaves the masses merely objects of inclusion without
having the opportunity to explain the intent of their actions.
Keywords: Discourses, Media Geography, Papua Riots, Kompas.com,
Tabloidjubi.com,