Abstract :
Fibroadenoma mammae merupakan tumor jinak pada payudara yang dapat
tumbuh pada wanita umur 14-35 tahun. FAM mempunyai massa solid dengan
konsistensi kenyal, berbatas tegas, dan mempunyai sel yang berselularitas rendah.
FAM terklasifikasikan sebagai tumor jinak namun dapat meningkatkan risiko
kejadian kanker payudara, sebanyak 2.17 kali. Setidaknya ada 10% wanita di
dunia yang mempunyai benjolan FAM. Jakarta Breast Center, melaporkan 1,971
pasien dari 2,495 pasien menderita tumor jinak FAM. Kejadian FAM yang
meningkat dari tahun ke tahun dan kekhawatiran yang timbul sering
disalahartikan sebagai suatu keganasan. Sampai saat ini, penyebab FAM belum
dapat diketahui secara pasti. Beberapa faktor risiko yang diidentfikasi seperti
genetik keluarga, usia, hormonal, paparan radiasi, dan penggunaan kontrasepsi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita FAM di RS MRCCC
Siloam Semanggi tahun 2019-2020. Penelitian dilakukan dengan metode total
sampling menggunakan arsip patologi anatomik. Penelitian yang dilakukan pada
131 arsip pasien, ditemukan bahwa kelompok usia terbanyak terjadi pada usia 16-
30 tahun sebanyak 68 pasien (51.9%). Berdasarkan lokasi payudara benjolan
FAM banyak ditemukan pada sisi kanan sebanyak 58 pasien (44.3%) dengan
mayoritas memiliki 1 benjolan sebanyak 92 pasien (70.2%). FAM yang paling
banyak ditemukan berukuran > 6cm sebanyak 52 pasien (39.7%) dengan
konsistensi yang paling banyak ditemukan adalah kenyal sebanyak 102 pasien
(77.9%) dan seluruhnya mempunyai batas yang tegas sebanyak 131 pasien
(100%). Wanita yang memiliki risiko dan kecurigaan terhadap benjolan payudara
diharapkan melakukan deteksi dini dengan prosedur SADARI/Fibroadenoma mammary is a benign tumor in the breast that can grow in women
aged 14-35 years. FAM has a solid mass with a spongy consistency, well-defined,
and has low cellularity. FAM is classified as a benign tumor but can increase the
risk of breast cancer incidence, as much as 2.17 times. There are at least 10% of
women in the world who have FAM lumps. Jakarta Breast Center reported that
1,971 of 2,495 patients had benign FAM tumors. The incidence of FAM is
increasing from year to year and the concerns that arise are often misinterpreted as
a malignancy. Until now, the cause of FAM can not be known with certainty.
Several risk factors were identified such as family genetics, age, hormones,
radiation exposure, and contraceptive use. This study aims to determine the
profile of FAM sufferers at the MRCCC Siloam Semanggi Hospital in 2019-2020.
The study was conducted using a total sampling method using an archive of
anatomic pathology. Research conducted on 131 patient files, it was found that the
most common age group was 16-30 years old as many as 68 patients (51.9%).
Based on the location of the breast, FAM lumps were mostly found on the right
side as many as 58 patients (44.3%) with the majority having 1 lump as many as
92 patients (70.2%). The most commonly found FAM measuring > 6cm was 52
patients (39.7%) with the most common consistency being chewy as many as 102
patients (77.9%) and all of them had firm boundaries as many as 131 patients
(100%). Women who have a risk and suspicion of breast lumps are expected to
perform early detection with the SADARI procedure.