Abstract :
Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah berupa hutan hujan
tropis,yang terbagi dalam tiga fungsi yaitu hutan produksi, hutan konservasi dan
hutan lindung, luas hutan yang besar tersebut saat ini masih dapat dijumpai di
Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, dan pulau Jawa. Indonesia juga dikaruniai,
kekayan lainnya berupa perairan/laut yang meliputi 2/3 luas wilayah dengan garis
pantai kedua terpanjang di dunia. Selain potensi yang bersifat material Indonesia
juga memiliki sumber daya manusia terbesar ke empat dunia, dan berbagai seni
budaya yang melatar belakangi kehidupan masyarakatnya. Di antara karunia yang
besar itu, hutan hujan tropis kurang lebih seluas 125 juta Ha atau tepatnya
125.922.474 Ha (KLHK, 2017) merupakan karunia yang luar biasa, menghasilkan
berbagai jenis kayu, keaneka ragaman hayati, flora dan fauna yang tak ternilai
harganya hasil hutan Indonesia ada yang dijadikan kayu lapis, ada yang diolah
menjadi bahan bangunan seperti balok, papan, kasau, reng, kusen, pintu, jendela,
list profil, parket (bahan lantai) dan ada yang diolah menjadi perabotan atau
furnitur dan kerajinan tangan/art work. Furnitur dari Indonesia sudah dikenal di
mancanegara dengan keunggulan-keunggulannya antara lain berbahan dasar kayu
keras, ornamen berupa ukiran yang khas dan dikerjakan tangan dan lain-lain.
Terdapat jutaan pengrajin kayu tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai
Merauke dimana masing masing daerah memiliki corak khas ornamen yg menjadi
cirinya. Hanya dengan semakin berkembangnya jumlah populasi manusia,
semakin banyaknya pelaku usaha berbasis kehutanan, keberadaan kayu di
indonesia juga mengalami berbagai tantangan .karena eksploitasi atas hutan,
pengalih fungsian hutan, menjadi perkebunan dan pemukiman, ilegal loging dan
lain-lain, menjadikan bahan baku kayu semakin langka dan semakin mahal
harganya, di mana dalam hal ini industri furnitur Indonesia pun sangat
terpengaruh karenanya. Persaingan dagang dengan pelaku usaha serupa di luar
negeri dalam memperebutkan pasar furnitur Internasional dan serbuan produk
furnitur dari negara lain yg membanjiri pasar dalam negeri, mengharuskan
Indonesia mengubah strategi industri furniturnya supaya lebih efisien dan
mempunyai daya saing yang tinggi. Tesis ini bertujuan menganalisa persoalan yg
meliputi industri furnitur Indonesia supaya mampu memenangkan persaingan
dagang di dunia Internasional dan menjadi tuan rumah di negara sendiri.
Adapun penelitian yang dilakukan melalui penelitian langsung dengan cara
mengamati rangkaian produksi industri furnitur sampai pemasarannya, studi
literatur dan pemberitaan tentang furnitur, melakukaan kunjungan ke sentra-sentra
industri FBK, serta kajian-kajian dari data-data yang telah disajikan oleh
berbagai sumber seperti BPS, departemen kehutanan, departemen perindustrian,
dan lain-lain. Tesis ini mencoba menemukan, mengurai, memecahkan masalah
yang meliputi industri furnitur berbahan kayu Indonesia dan berusaha mencari
dan memberikan solusi atau jalan keluar berupa perencanaan dan perancangan
suatu Kawasan industri terpadu khusus furnitur berbahan kayu sebagai fasilitas
penunjang dan pendukung, sehingga memiliki kinerja lebih efisien dan berdaya
saing tinggi
Kata Kunci: Kawasan Terpadu Industri FBK (Furnitur Berbahan Kayu),
Efisiensi, Daya Saing./ Indonesia is blessed with abundant natural wealth in the form of tropical
rainforests, which are divided into three functions, namely production forests,
conservation forests and protected forests, this large forest area can currently be
found in Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra and the islands of Java.
Indonesia is also blessed with other wealth in the form of waters/seas covering
2/3 of the area with the second longest coastline in the world. In addition to
material potential, Indonesia also has the fourth largest human resources in the
world, and various cultural arts as the background for the life of its people.
Among these great gifts, tropical rainforests covering an area of Approximately
125 million hectares or to be precise 125.922.474 hectares (KLHK, 2017) are
extraordinary gifts, producing various types of wood, biodiversity, flora and
fauna which are priceless Indonesian forest products. some are made into
plywood, some are processed into building materials such as beams, boards,
rafters, battens, frames, doors, windows, profile lists, parquet (flooring) and some
are processed into furniture or furniture and handicrafts/art work. Furniture from
Indonesia is well known in foreign countries with its advantages, among others,
made from hardwood, ornaments in the form of unique carvings and done by
hand, etc. There are millions of woodworkers scattered throughout Indonesia
from Sabang to Merauke, where each region has its own distinctive ornament.
Only with the growing number of human population, the increasing number of
forest-based business actors, the existence of wood in Indonesia also exp