Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Saragih, Rudolf Valentino
Subject
LAW
Datestamp
2022-07-08 03:38:13
Abstract :
Nama : RUDOLF VALENTINO SARAGIH
NIM : 1902190045
Program Studi / Kekhususan : Hukum / Hukum Ekonomi
Judul Tesis : Harmonisasi Pengaturan Tentang Penerbitan
Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Sarana
Investasi Bagi Masyarakat dan Sumber
Pendanaan Bagi Pemerintah Daerah
Obligasi Daerah merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah yang
ditawarkan kepada publik melalui penawaran umum di pasar modal. Penerbitan surat
utang merupakan bukti bahwa pemerintah daerah telah melakukan pinjaman atau utang
kepada pemegang surat utang tersebut. Pilihan untuk mengembangkan Obligasi Daerah
dilandasi oleh kecilnya anggaran pembangunan di daerah yang membuat pelayanan
kepada masyarakat dapat terabaikan. Selain itu, terdapat tren belanja modal dalam
APBD kurang mendukung pembangunan dan penyediaan infrastruktur yang menunjang
pembangunan ekonomi. Di sisi lain, pinjaman daerah di negara maju sudah menjadi tren
sumber pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur, contoh di Jepang, Cina, Vietnam,
dan Polandia. Dalam konteks nasional, status Indonesia sebagai middle income country
menyebabkan Indonesia semakin sulit mendapatkan pinjaman lunak atau murah dari
lembaga donor internasional maupun dari negara bilateral. Namun pemerintah daerah
dalam menerbitkan Obligasi Daerah di pasar modal, terdapat hambatan dari segi regulasi
antara lain persetujuan DPRD dan kewajiban audit keuangan daerah oleh akuntan publik.
Oleh karena itu menarik untuk dilakukan penelitian, dengan menggunakan metode
penelitian yuridis normatif dengan sifat deskriptif analitis yang mengolah data sekunder.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Pengaturan tentang penerbitan Obligasi
Daerah dilandasi pada peraturan perundang-undangan seperti : UU No. 9 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,
UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah, UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, PP No. 56 Tahun 2018
tentang Pinjaman Daerah, PMK No. 111/PMK.07/2012 tentang Tata Cara Penerbitan
dan Pertanggungjawaban Obligasi Daerah, dan berbagai Peraturan OJK. 2) Harmonisasi
pengaturan penerbitan Obligasi Daerah dengan melakukan pengharmonisasian
pengaturan mengenai persetujuan DPRD dalam penerbitan Obligasi Daerah dengan
mengubah atau menghilangan muatan materi terkait persetujuan DPRD dalam penerbitan
Obligasi Daerah yang ada pada : Pasal 58 dan 61 UU No. 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Pasal 16 dan
33 PP No. 56 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah, Pasal 8 dan 9 Peraturan Menteri
Keuangan No. 111/PMK.07/2012 tentang Tata Cara Penerbitan dan Pertanggungjawaban
Obligasi Daerah, dan Pasal 7 Peraturan OJK No. 61/POJK.04/2017 tentang Dokumen
Penyertaan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah dan /atau
Sukuk Daerah. Pengharmonisasian pengaturan mengenai kewajiban audit terakhir
laporan keuangan pemerintah daerah dengan mengubah atau menghilangan muatan
materi terkait pengaturan mengenai kewajiban audit terakhir laporan keuangan
pemerintah daerah yang ada pada : Pasal 68 UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal,
Pasal 2 dan 12 Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 111/PMK.07/2012
tentang Tata Cara Penerbitan dan Pertanggungjawaban Obligasi Daerah.
Kata Kunci: Harmonisasi, Investasi, Pemerintah Daerah, Penerbitan Obligasi Daerah./ Name : RUDOLF VALENTINO SARAGIH
Student ID No. : 1902190045
Study Program / Major : Law / Economic Law
Title of Thesis : Harmonization of Regulations Regarding the
Issuance of Regional Bonds as One of the
Investment Facilities for the Community and a
Source of Funding for Local Governments
Municipal bonds are debt securities issued by local governments that are offered to the
public through public offerings on the capital market. The issuance of debt securities is
evidence that the local government has made a loan or debt to the holders of the debt
securities. The choice to develop municipal bonds is based on the small development
budget in the regions which makes public services neglected. In addition, there is a trend
of capital spending in the APBD that does not support development and provision of
infrastructure that supports economic development. On the other hand, regional loans in
developed countries have become a trend of sources of financing for infrastructure
development, for example in Japan, China, Vietnam and Poland. In the national context,
Indonesia's status as a middle income country makes it increasingly difficult for
Indonesia to obtain soft or cheap loans from international donor agencies and from
bilateral countries. However, local governments in issuing regional bonds on the capital
market, there are obstacles in terms of regulations, including the approval of the DPRD
and the obligation to audit regional finances by public accountants. Therefore it is
interesting to do research,