Abstract :
Pandemi COVID-19 memaksa sekolah menyediakan layanan belajar dari rumah bagi semua peserta didik mulai pertengahan bulan Maret 2020 hingga saat ini. Berbagai penyesuaian perlu dilakukan dan dipelajari dalam situasi yang terbatas, sehingga penurunan kualitas pembelajaran menjadi kekhawatiran utama.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko yang muncul dari proses belajar dari rumah kemudian merancang tindakan pengendalian yang perlu dilakukan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus untuk menyajikan sebanyak mungkin tantangan yang dihadapi selama proses belajar dari rumah pada masa pandemi COVID-19 di SMA Dharma Suci, Jakarta.
Proses analisis risiko diawali dengan melakukan identifikasi kejadian tidak diinginkan melalui wawancara dengan sejumlah guru dan orang tua. Peluang terjadinya risiko dan besaran dampak risiko diukur bersama dengan para wali kelas, melalui focus group discussion, dengan mempelajari dokumen internal sekolah sebagai sumber data primer. Nilai risiko digambarkan dalam heatmap matrix, sementara upaya pengendalian risiko digambarkan dalam diagram bow tie.
Pada tahapan identifikasi, ditemukan 16 kejadian tidak diinginkan yang berasal dari 6 sumber risiko. Setelah dilakukan pengukuran dan analisis risiko, diperoleh 8 kejadian yang risikonya tidak dapat diterima, sehingga memerlukan upaya-upaya pengendalian.
Faktor-faktor utama yang ditemukan paling mempengaruhi penurunan kualitas pendidikan, adalah kesiapan dan keterampilan guru, pola pembelajaran yang tidak berubah, dan kesulitan dalam melakukan pengukuran capaian kompetensi peserta didik. Hal yang menarik adalah semua faktor ini berakar pada aspek kompetensi guru, sehingga tindakan pengendalian yang paling dibutuhkan adalah peningkatan kompetensi guru, khususnya pada kompetensi pedagogi dan
kompetensi profesional.
Kata Kunci: Risiko, Mitigasi, Belajar Dari Rumah./ The COVID-19 pandemic has required schools to provide learning services
from home for all students since mid-March 2020 until now. Various adjustments
need to be made and learned in limited situations, so the decline in the quality of
learning is a major concern. This study was conducted to analyze the risks that
arise from the learning process from home and then design the control measures
that need to be taken.
Using qualitative methods, this research design is case study to present as
many challenges as possible during the learning process from home during the
COVID-19 pandemic at Dharma Suci High School, Jakarta. The analysis process
began by identifying undesirable events through interviews with several teachers
and parents. The probability of the occurrence of risk and the magnitude of the
impact of the risk are measured together with the homeroom teachers, through
focus group discussions, by studying internal school documents as primary data
sources. Risk values are depicted in a heatmap matrix, while risk control efforts are
depicted in a bow tie diagram.
The identification collects 16 unwanted events from 6 risk sources. After the
process of measuring and analyzing, there are found 8 risk events that was
unacceptable, thus requiring mitigations.
The main factors that bring the most influence on the decline in the quality
of education were teachers? readiness and skills, unchanged learning patterns, and
difficulties in measuring student competency. It is interesting that all these factors
are rooted in aspects of teachers? competence, so that the most needed mitigation
is to increase teacher competence, especially in pedagogical competence and
professional competence.
Keyword: Risk, Mitigation, Learning from Home