Abstract :
Fredrik Elias Talakua. Pengembangan desain kurikulum Pendidikan Agama Kristen dengan
menggunakan filosofi ?Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri
Handayani" di Gereja Kristen Jawa Bandung. Tesis Program Studi Magister Pendidikan
Agama Kristen, Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, 2019.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan suatu desain kurikulum
pendidikan agama Kristen di Gereja Kristen Jawa Bandung yang mengadopsi nilai-nilai filosofi
dari Ki Hajar Dewantara yaitu: ?Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri
Handayani". Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam hal ini, peneliti
mendeskripsikan data yang diperoleh dari lapangan guna mendapatkan gambaran yang jelas
terhadap masalah yang sedang diteliti. Penelitian kualitatif mengkaji prespektif partisipan
dengan strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Sampel ditetapkan menggunakan model
sampel bertujuan (purposive sampling). Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang
yang terdiri 5 anggota majelis dan 5 orang tenaga fulltime.
Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, sedangkan teknik analisis
data menggunakan model deskripsi analitis. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa sumber
daya manusia pendidik Pendidikan Agama Kristen di Gereja Kristen Jawa Bandung ditemukan
bahwa secara konseptual pemahaman tentang Pendidikan Agama Kristen dan Kurikulum dari
pejabat gerejawi dan tenaga fulltime Pendidikan Agama Kristen masuk pada kategori kurang.
Sekalipun sarana Pendidikan Agama Kristen telah difasilitasi dengan proporsional dan dengan
media yang lengkap namun masalah yang mendasar justru pada sumber daya manusia yang
mengeksekusi pengajaran Pendidikan Agama Kristen di gereja secara langsung, yaitu: pengajar
Sekolah Minggu, Pembina Remaja, pendamping Pemuda dan Muda Dewasa, pendamping
Jemaat dewasa yang setia dalam pelayanan ditemukan kenyataannya bahwa mereka belum
secara serius memikirkan jenis, asas, komponen dan model desain kurikulum yang tepat dan
aplikatif dengan kebutuhan naradidik di gereja di era milenial saat ini. Sehingga ada kebutuhan
untuk mendapatkan pembekalan yang menyeluruh. Dari penelitian didapatkan fakta bahwa
semua pihak menganggap sangat penting gereja memiliki desain kurikulum Pendidikan Agama
Kristen bermuatan kearifan lokal yang mengandung nilai filosofi ?Ing Ngarsa Sung Tulada,
Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani?.
Hal ini mengidentifikasikan bahwa kurikulum-kurikulum yang secara umum dan
langsung digunakan oleh pendidik di Gereja Kristen Jawa Bandung belum menyentuh
persoalan mendasar yang bernama kebudayaan asli dan simbol tradisi asli dari kekayaan
kebudayaan Jawa sebagai identitas kesukuan mereka. Ini menandakan bahwa ada kesempatan
dan peluang yang sangat besar bagi pendidik, Majelis dan stakeholder di lingkungan Gereja
Kristen Jawa Bandung untuk melakukan upaya serius mendesain suatu Kurikulum dengan
menggunakan kearifan lokal sebagai materi yang mendominasi isi Pendidikan Agama Kristen
gereja. Karena secara teologis, psikologis dan teori pendidikan filosofi ?Ing Ngarsa Sung
Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani? memiliki keunikan dan kemampuan
adaptasi dengan nilai-nilai kekristenan yang Alkitabiah dan kaidah standard pendidikan
modern di jaman modern dan global kini.
Kata kunci: kearifan lokal, adaptasi, aplikatif, desain kurikulum./ Fredrik Elias Talakua. Development of the Christian Religious Education Curriculum Design
Using The Philosophy Of "Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri
Handayani" At The Javanese Christian Church in Bandung. Thesis Master of Christian
Religious Education Study Program, Postgraduate Program in Indonesian Christian University,
Jakarta, 2019.
This study aims to develop a Christian religious education curriculum design in the
Javanese Christian Church in Bandung is that adopts the philosophical values from Ki Hajar
Dewantara, namely: "Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri
Handayani." This study used a qualitative descriptive method . In this case, the researcher
describes the data obtained from the field in order to get a clear picture of the problem being
studied. The qualitative research examines participant perspectives with the interactive and
flexiblestrategies. The sample is determined by using a purposive sampling model. The
informants in this study amounted to 10 people consisting of 5 assembly members and 5
fulltime staffs.
The data was collected using interview techniques, while the data analysis techniques
used analytical description models. From the results of this study it was found that human
resources the educators there Curriculum of ecclesiastical officials and fulltime staffs of the
Javanese Christian church, are ini the less category of the conceptual understanding of
Christian Religious Education. Even though the facilities of Christian Religious Educatio