Abstract :
Salah Satu Komoditi yang dapat memberikan sumbangsih penting dalam
meningkatkan ekonomi dan penghasil devisa negara di Indonesia adalah kopi.
Indonesia terkenal dengan berbagai jenis kopi dengan cita rasa yang berbeda-beda
salah satunya adalah kopi Arabika. Tingginya produksi kopi di Jawa Barat,
berdampak pada persaingan para pelaku usaha, dan dituntut untuk menyadari bahwa
persaingan yang terjadi merupakan persaingan antar jaringan rantai pasokan. Kopi
termasuk dalam kategori Produk pertanian yang memiliki sifat mudah rusak,
disamping itu proses penanaman, pertumbuhan dan dapat dipanen memiliki
ketergantungan yang tinggi terhadap iklim, musim juga keterampilan dalam
budidaya, hasil panen kopi juga sangat variative biasanya memiliki bentuk dan
ukuran yang berbeda, kondisi tersebut menyebabkan rantai pasok produk pertanian
bersifat probabilistik, dinamis dan rentan terhadap berbagai masalah dan gangguan.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kopi membutuhkan manajemenrisiko untuk
minimisasi kerugian dan meningkatkan kesempatan, ataupun peluang. Berdasarkan
latar belakang tersebut peneliti melakukan penelitian mengenai risiko dan
manajemen risiko usaha KUPS Kopi di LMDH Mandalawangi Kab Garut. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah denganmetode survey untukmendapatkan
data primer. Sampel penelitian adalah petani Kebun Kopi di LMDH Mandalawangi
Gapoktan Sunda Hejo kepada 15 kelompok petani Kopi yang termasuk dalam
anggota KPS LMDH Mandalawangi KUPS Kopi. Hasil penelitian didapatkan bahwa
jenis risiko yang dihadapi petani kopi adalah risiko kualitas, produksi, harga,
pasokan, lingkungan, dan transportasi. Dalam kajian teori menggunakan Strategi Ex?Ante, strategi tersebut dapat dilakukan menggunakan perencanaan yang baik dari
kelompok tani, perencanaan pribadi, juga dalam hal pemilihan benih. Adapun
Strategi interaktif dapat dilakukan melalui pengaturan jarak tanam, penggunaan
pupuk pada tanaman kopi,membasmi organisme pengganggu tanaman, tindakan bila
tanaman mati dan mengalami kesulitasn tenaga kerja, serta mengatasi kesulitan
biaya.
Kata Kunci: Kopi, ManajemenRisiko./ One of the commodities that can make an important contribution in improving the
economy and foreign exchange earner in Indonesia is coffee. Indonesia is famous for
various types of coffee with different tastes, one of which is Arabica coffee. The high
production of coffee in West Java has an impact on the competition of businessactors,
and they are required to realize that the competition that occurs is competition
between supply chain networks. Coffee is included in the category of agricultural
products that have perishable properties, besides that the process of planting,
growing and being harvested has a high dependence on climate, seasons as well as
skills in cultivation, coffee yields are also very varied usually have different shapes
and sizes, these conditions This causes the supply chain of agricultural products to
be probabilistic, dynamic and vulnerable to various problems and disturbances.
Based on the above background, coffee requires risk management to minimize losses
and increase opportunities, or opportunities. Based on this background, the
researchers conducted research on risk and business risk management of KUPS Kopi
at LMDH Mandalawangi, Garut Regency. The research method used is descriptive
quantitative method. The data collection method used is the survey method to obtain
primary data. The sample of this research is coffee plantation farmers at LMDH
Mandalawangi Gapoktan Sunda Hejo to 15 groups of coffee farmers who are
members of the LMDH MandalawangiKUPS Kopi KPS. The results showed that the
types of risks faced by coffee farmers were quality, production, price, supply,
environment, and transportation risks. In a theoretical study using the Ex-Ante
Strategy, this strategy can be carried out using good planning from farmer groups,
personal planning, also in terms of seed selection. The interactive strategy can be
done through setting plant spacing, using fertilizer on coffee plants, eradicating
plant-disturbing organisms, taking action when plants die and experiencing labor
difficulties, and overcoming cost difficulties.
Keywords: Coffee, Risk Management