DETAIL DOCUMENT
Pengaruh konsentrasi natrium hidroksida dan waktu radiasi UV 254 nm pada produksi selulosa mikrokristalin dari Eichhornia crassipes
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Ria Chrisnawati Nyonata (STUDENT ID : rianyonata49@gmail.com)
Lanny Hartanti (LECTURER ID : ...)
Wuryanto Hadinugroho (LECTURER ID : ...)
Subject
Pharmacy 
Datestamp
2020-04-27 12:19:39 
Abstract :
Eceng gondok merupakan tumbuhan yang dikenal sebagai gulma perairan dan memiliki dampak negatif, sehingga harus dimanfaatkan karena jumlahnya melimpah dan tidak dapat dikendalikan. Kandungan selulosa yang cukup tinggi sebesar 60% membuat eceng gondok memungkinkan untuk dijadikan selulosa mikrokristalin (MCC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh NaOH dan waktu radiasi UV 254 nm dan kondisi optimum terhadap hasil hidrolisis enzimatik MCC eceng gondok. Serbuk eceng gondok diekstraksi dengan NaOH dan diradiasi menggunakan sinar UV 254 nm dengan factorial design berturut-turut adalah 15%, 60 menit; 30%, 60 menit; 15%,120 menit; 30%, 120 menit untuk mengisolasi ?-selulosa. Alfa selulosa yang didapatkan dihidrolisis menggunakan enzim selulase asal isolat Bacillus subtilis strain SF01. Karakterisasi serbuk MCC eceng gondok dilakukan dengan uji pH, uji kadar air, X-Ray Diffraction (XRD), dan spektrofotometri IR dengan Avicel PH101 sebagai standar. pH serbuk MCC eceng gondok yang diperoleh memenuhi persyaratan rentang yaitu 6,4; 6,6; 6,5 dan 7,0 sedangkan uji kadar air MCC eceng gondok yaitu 4,16%; 5,52%; 6,15% dan 4,78%, dimana kondisi B dan C yang melebihi rentang persyaratan. Serbuk MCC eceng gondok mempunyai persentase indeks kristalin yang paling tinggi sebesar 67,42% dan yang paling rendah sebesar 58,69%. Hasil penelitian menunjukkan spektrum IR MCC eceng gondok dan Avicel PH 101 memiliki kemiripan struktur namun memiliki perbedaan pada intensitasnya. Nilai indeks kristalinitas dan hasil rendemen kemudian dijadikan respon dalam optimasi, sedangkan faktornya adalah konsentrasi NaOH dan waktu radiasi. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH dan waktu radiasi masing-masing cenderung menurunkan indeks kristalinitas dan meningkatan rendemen namun interaksi keduanya meningkatkan indeks kristalinitas dan menurunkan rendemen. Konsentrasi NaOH dan waktu radiasi UV yang terpilih melalui optimasi adalah menggunakan 16,89% NaOH dengan diradiasi selama 110 menit dapat menghasilkan indeks kristalinitas sebesar 62,64% dan rendemen sebesar 28,49%. 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya