Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Meissy Mauren Laseduw (STUDENT ID : meissymauren20@gmail.com)
Cicilia Erna Susilawati (LECTURER ID : ..)
Erick Teofilus Gunawan (LECTURER ID : ..)
Subject
Management
Datestamp
2020-02-06 09:20:55
Abstract :
Struktur modal merupakan perimbangan antara modal eksternal dengan modal internal. Setiap perusahaan memiliki keputusan struktur modal yang didasarkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji perbedaan determinan struktur modal terhadap struktur modal pada perusahaan-perusahaan industri manufaktur di Bursa Efek Indonesia, Bursa Saham Malaysia, Bursa Saham Singapura, Bursa Saham Filipina, dan Bursa Saham Thailand. Determinan struktur modal yang diuji dalam penelitian ini meliputi tangibility, profitability, firm size, dan asset growth dengan periode pengamatan tahun 2017 ? 2018. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 435 perusahaan manufaktur yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan merupakan data kuantitatif berupa laporan keuangan tahunan periode 2017 ? 2018 berupa data sekunder. Metode Analisis menggunakan regresi linier berganda (OLS)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangibility, profitability, dan firm size, berpengaruh pada struktur modal. Tangibility, dan profitability berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Firm size berpengaruh positif terhadap struktur modal. Asset growth tidak berpegaruh terhadap struktur modal. Hasil kedua menunjukkan terdapat perbedaan determinan struktur modal antara perusahaaan Indonesia dengan perusahaan Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Perbedaan determinan struktur modal antara Indonesia dengan Singapura terjadi pada faktor asset growth. Perbedaan determinan struktur modal antara Indonesia dengan Malaysia terjadi pada faktor profitability dan firm size. Perbedaan determinan struktur modal antara Indonesia dengan Filipina terjadi pada faktor tangibility dan profitability. Perbedaan determinan struktur modal antara Indonesia dengan Thailand terjadi pada faktor tangibility dan firm size. Hal ini menunjukkan bahwa para investor perlu juga memperhatikan kondisi makro dari masing-masing negara dalam melakukan investasi.