Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Erlina Anggraeni (STUDENT ID : erlinaanggraeni98@gmail.com)
Maria Yuliana (LECTURER ID : ..)
Laurensius Suratno (LECTURER ID : 521870127)
Subject
Engineering
Datestamp
2021-02-02 05:32:38
Abstract :
Sodium methylate merupakan bahan kimia, yang digunakan dalam industri biodiesel, polieter, farmasi, pewarna, parfum, dan peptisida. Peningkatan pemenfaatan biodiesel yang terus meningkat dari tahun ke tahun secara tidak langsung akan berdapak pada peningkatan kebutuhan sodium methylate di dalam negri. Selama ini, produsen biodiesel melakukan import untuk memenuhi kebutuhannya terhadap sodium methylate, karena belum adanya pabrik yang memproduksi Sodium methylate di dalam negri. Oleh karena itu, pendirian pabrik sodium methylate mempunyai peluang dan prospek yang cukup baik untuk di realisasikan. Pembangunan pabrik sodium methylate dapat membantu perekonomian Indonesia dan mengatasi ketergantungan impor.
Produksi sodium methylate membutuhkan 2 bahan baku yaitu garam industri NaCl dan metanol. Kedua bahan tersebut dapat ditemui di Indonesia dengan kapasitas yang memadai. Proses produksi terdiri dari 3 tahapan utama, yaitu pelarutan garam industri dalam metanol, proses elektrolisa untuk menghasilkan larutan sodium methylate 13,26%, pemekatan hingga larutan berkonsentrasi 30%. Proses produksi sodium methylate dengan prinsip elektrolisa dipilih disebabkan oleh beberapa kelebihan antaralain proses produksi yang lebih sederhana, nilai konversi dan kemurnian yang besar, bahan baku mudah didapatkan, minim limbah dan produk samping yang dihasilkan memiliki nilai jual.