Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
. Tresia (STUDENT ID : tresia.pang@yahoo.com)
Suratno Lourentius (LECTURER ID : ...)
Sandy Budi Hartono (LECTURER ID : ..)
Subject
Chemical Engineering
Datestamp
2020-02-11 03:18:02
Abstract :
Indonesia merupakan negara yang mengalami perkembangan pada pembangunannya, baik dalam hal pembangunan properti, industri, maupun infrastruktur perekonomian negara. Dengan semakin berkembangnya pembangunan di Indonesia, maka semen sebagai bahan pembuat beton atau concrete untuk pembangunan juga sangat dibutuhkan. Konsumsi semen yang besar mempengaruhi bahan dasar dalam pembuatan semen, salah satunya adalah gipsum. Gipsum tidak hanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan semen, tetapi juga dapat digunakan sebagai plester, bahan dasar pembuatan kapur, bedak, keramik dan cetakan logam tuang ingot. Dengan semakin menigkatnya penggunaan gipsum untuk mencukupi kebutuhan tersebut, maka perlu dilakukan peningkatan produksi gipsum di dalam negeri. Reaksi pembuatan gipsum berlangsung antara batu kapur, H2SO4, dan H2O. Selain reaksi pembentukan gipsum, reaksi samping yang terjadi ialah reaksi MgCO3 dengan H2SO4 yang habis bereaksi menjadi MgSO4, CO2, dan H2O yang berupa pengotor. Proses pembuatan gipsum yang dipilih dikarenakan bahan baku jumlahnya berlimpah dan mudah didapat serta proses pembuatannya terjadi pada kondisi operasi yang berlangsung pada suhu rendah dan tekanan atmosferis, sehingga pengendalian yang dilakukan cukup mudah. Limbah yang dihasilkan dari prarencana pabrik gipsum ialah limbah padat dan limbah gas. Limbah padat yang dihasilkan berupa ash gipsum dari penguapan air yang terjadi pada rotary dryer dan limbah gas yang dihasilkan berupa CO2 dari reaksi pembentukan gipsum pada reaktor. Limbah gas dan limbah padat yang dihasilkan bukan merupakan limbah yang berbahaya, sehingga tidak memerlukan penanganan secara khusus dan langsung dapat dibuang ke udara dan lingkungan bebas.