Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Jerrica Melyana (STUDENT ID : Jerricamel28@gmail.com)
Bernadetta Diana Nugraheni (LECTURER ID : ..)
Subject
Accounting
Datestamp
2020-02-06 09:31:38
Abstract :
Skandal dalam bidang akuntansi masih banyak terjadi dan untuk meminimalisir yaitu dengan pengungkapan pelanggaran. Whistle blowing dapat dipengaruhi oleh komitmen organisasi dan personal cost yang dimiliki oleh anggota organisasi. Anggota organisasi yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi tidak akan diam ketika ada kecurangan dalam organisasi tersebut maka akan mengungkapkannya. Disisi lain tingginnya personal cost dapat menurunkan niat seseorang unutk melakukan whistle blowing. Sesuai dengan Theory of Planned Behavior (TPB) dimana teori tersebut menyatakan bahwa motivasi yang dimiliki seseorang dapat mempengaruhi perilaku, yang nantinya akan diwujudkan dalam usaha untuk melakukan perilaku tersebut dalam tindakan nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah ntuk mengetahui apakah komitmen organisasi yang dimiliki seorang akuntan dapat mendorong untuk melakukan pengungkapan whistle blowing serta untuk mengetahui apakah personal cost berpengaruh terhadap intensi akuntan untuk melakukan pengungkapan whistle blowing
Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuantitatif dengan pengujian hipotesis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer. Objek penelitian adalah akuntan internal perusahaan swasta di Surabaya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi liniear berganda.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap intensi melakukan whistle blowing. Hal itu terjadi ketika seorang karyawan yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi, maka tidak akan tinggal diam ketika terjadi kecurangan yang terjadi dalam organisasi tempatnya bekerja. Disisi lain, personal cost juga berpengaruh terhadap intensi melakukan whistle blowing. Situasi tersebut dapat terjadi ketika seorang karyawan yang akan melakukan whistle blowing akan berfikir dua kali untuk mempertimbangkan resiko yang akan diterima dimasa datang.