Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Gita Sari Puspita Dewi (STUDENT ID : gitabasuki20@gmail.com)
Hadi Santosa (LECTURER ID : 0727105901)
Ivan Gunawan (LECTURER ID : 0722098801)
Subject
Industrial Engineering
Datestamp
2020-02-11 03:41:14
Abstract :
Risiko adalah suatu kejadian yang timbul akibat adanya suatu agen risiko yang merugikan. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan gas adalah terganggunya rantai pasok perusahaan akibat munculnya risiko-risiko yang merugikan karyawan maupun perusahaan. Dalam penelitian ini tidak hanya fokus pada risiko rantai pasok saja melainkan fokus juga terhadap safety suppy chain risk management (SSRCM). Diperlukan alat pendekatan yang sahih untuk mengukur risiko, identifikasi dilakukan dengan menggunakan metode suatu pendekatan yang dinamakan House of Risk (HOR). HOR adalah alat dalam manajemen risiko yang memadukan pendekatan SCOR, FMEA, dan HOQ. Penerapan SCOR untuk memperoleh risiko mana saja yang akan diakukan mitigasi lebih lanjut. Pendekatan HOR dibagi menjadi dua yaitu, HOR 1 meliputi identifikasi risiko dan HOR 2 meliputi tindakan mitigasi dari agen risiko yang terpilih. Pada tahap HOR 1 identifikasi risiko didapatkan 53 risiko dan 53 agen risiko dari enam tahap rantai pasok (plan, purchase, source, make, and deliver). Hasil dari pengolahan data didapat enam agen risiko yang perlu dilakukan mitigasi terlebih dahulu karena memiliki nilai ARP tinggi yaitu A1 (6102), A5 (5805), A27 (4698), A3 (4293), A48 (4131), dan A43 (3888). Pada tahap selanjutnya adalah HOR 2 untuk mengatasi enam agen risiko yang terpilih dan didapatkan hasil urutan prioritas strategi penanganan yaitu, PA2, PA1, PA8, PA9, PA10, PA7, PA3, PA6, PA4, dan PA5. Manfaat dari terpilihnya agen risiko yang diprioritaskan dan strategi penanganan yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah untuk mengurangi kerugian pada perusahaan dan mengurangi wasted time dalam proses rantai pasok.