Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Hana Cathrina Pondalos (STUDENT ID : Hanapondalos15@gmail.com)
Paini Sri Widyawati (LECTURER ID : 0723047302)
Chatarina Yayuk Trisnawati (LECTURER ID : 0723047302)
Subject
Agriculture and Food Technology
Datestamp
2020-02-04 03:40:09
Abstract :
Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung
tapioka dan biasanya dicampur dengan ikan dan udang serta bahan
tambahan seperti garam, bawang putih dan bahan pengembang. Pembuatan
kerupuk dapat menggunakan air seduhan beluntas sebagai variasi dan
inovasi dalam pembuatan kerupuk. Air seduhan beluntas mengandung
senyawa fitokimia seperti alkaloid, tanin, saponin, fenolik, flavonoid,dan
kardiak glikosida yang dapat mempengaruhi sifat fisik dan organoleptik
kerupuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
konsentrasi bubuk beluntas dalam air seduhan terhadap sifat fisik dan
organoleptik kerupuk beluntas. Rancangan penelitian yang digunakan
adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal, yaitu
konsentrasi bubuk daun beluntas dalam air seduhan yang terdiri dari enam
taraf perlakuan dengan empat kali ulangan. Konsentrasi bubuk beluntas
dalam air seduhan yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, 4 dan 5% (b/b). Hasil
penelitian menunjukkan ada pengaruh konsentrasi bubuk daun beluntas
dalam air seduhan terhadap sifat fisik (warna dan tekstur) dan organoleptik
(kesukaan warna, rasa, aroma, kerenyahan). Lightness kerupuk beluntas
adalah 56,15±0,29-68,80±0,88, chroma kerupuk beluntas 13,24±1,53-
18,47±0,67, Hue kerupuk beluntas 79,80±0,53-83,83±1,39, hardness
kerupuk beluntas 314,35±63,77-811,50±95,24 N/s, fracturability kerupuk
beluntas 33,05±14,41-360,12±85,46 N/s, luas permukaan kerupuk beluntas
20,83±0,97-29,13±1,62 cm2
. Perlakuan terbaik kerupuk beluntas adalah
konsentrasi 3% yang masuk kategori agak suka