Abstract :
Buah pare (Momordica charantia L.) memiliki efek antipiretik karena adanya kandungan flavonoid. Penelitian ini bertujuan menentukan dan membandingkan efek antipiretik ekstrak perkolat dan infusa buah pare (Momordica charantia L.). Induksi demam dilakukan dengan penyuntikan vaksin difteri pertusis tetanus (DPT) dosis 0,2 ml/ ekor secara subkutan. Sebanyak 20 mencit jantan dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, setiap kelompok perlakuan diinduksi dengan vaksin DPT. Kelompok I hanya diberi aquadest sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi paracetamol dengan dosis 65 mg/ Kg BB sebagai kontrol positif, kelompok III diberi ekstrak buah pare dengan dosis 250 mg/ Kg BB dan kelompok IV diberi infusa buah pare dengan dosis 250 mg/ Kg BB. Suhu rektal mencit diamati setiap 30 menit sekali selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak perkolat dan infusa buah pare (Momordica charantia L.) dapat menurunkan suhu rektal hewan uji. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak perkolat dan infusa buah pare (Momordica charantia L.) diperoleh hasil signifikansi 0,093 > 0,05 jadi tidak terdapat perbedaan bermakna dalam penurunan suhu rektal hewan uji.