Abstract :
Penyakit tertinggi yang menduduki peringkat keenam di Indonesia dan menempati peringkat keempat sebagai penyakit termahal dalam pengobatan adalah karies gigi. Salah satu penanganan karies gigi secara tradisional menggunakan antibakteri alternatif alami dari tumbuhan daun jambu biji (Psidium guajava), yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas daun jambu biji dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui uji daya hambat dari aktivitas air rebusan daun jambu biji terhadap bakteri Staphylococcus aureus adalah dengan metode difusi cakram Kirby&Bauer. Pembuatan air rebusan daun jambu biji dilakukan dengan 5 perlakuan yaitu dengan perbedaan jumlah akuades, yaitu 500 ml (P1), 400 ml (P2), 300 ml (P3), 200 ml (P4), dan 100 ml (P5). Analisa data menggunakan hasil rerata diameter zona hambat. Berdasarkan hasil yang didapatkan P1 memiliki rerata 16,71 mm dengan kategori sedang, P2 memilki rerata 17,10 mm dengan kategori sedang, P3 memiliki rerata 17,91 mm dengan kategori sedang, P4 memiliki rerata 20,31 mm dengan kategori kuat, dan P5 memiliki rerata 21,40 mm dengan kategori kuat.