Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Lintang Elsa Valerina (STUDENT ID : lintang_elsa@gmail.com)
Shella Permatasari Santoso (LECTURER ID : ..)
Maria Yuliana (LECTURER ID : ..)
Subject
Engineering
Datestamp
2020-07-28 02:48:48
Abstract :
Clumping Sand Composite (CSC) dari limbah tongkol jagung ini dibuat dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan bentonite sebagai bahan baku pembuatan pasir gumpal yang berdampak negatif bagi lingkungan serta hewan peliharaan. Oleh karena itu, penambahan komposit alami menjadi solusi alternatif untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan bentonit. Salah satu komposit alami yang dapat dimanfaatkan adalah tongkol jagung. Meningkatnya produksi jagung di Indonesia mengakibatkan tingginya limbah tongkol jagung yang dihasilkan. Penggunann tongkol jagung sebagai komposit dalam pembuatan pasir gumpal, diharapkan memiliki daya serap yang tinggi, aman untuk hewan peliharaan, dan mudah di degradasi oleh lingkungan.
Pada pra rencana pabrik CSC ini, proses produksi dibagi menjadi tiga tahapan utama, yakni: tahap delignifikasi untuk menghilangkan kandungan lignin pada tongkol jagung, tahap aktivasi bentonite secara termal menggunakan panas, dan pencampuran bahan pembuat CSC serta pencetakan produk dalam bentuk pelet. Pemilihan proses diatas dilakukan dengan mempertimbangkan daya kerja alat dan limbah yang dihasilkan dari proses produksi CSC ini.
Pra rencana pabrik Clumping Sand Composite (CSC) dari limbah tongkol jagung ini memiliki rincian sebagai berikut:
Bahan Baku : Limbah tongkol jagung
Kapasitas Produksi : 18.674 ton/tahun
Utilitas : Air = 3.566,99 m3/hari
: Listrik = 1.487,6111 kW/hari
Jumlah Tenaga Kerja : 107 orang
Lokasi Pabrik : Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur
Analisa Ekonomi
Rate of Return (ROR) sebelum pajak = 17%
Rate of Return (ROR) setelah pajak = 12%
Pay Out Time (POT) sebelum pajak = 4 tahun 9 bulan dan 4 hari
Pay Out Time (POT) setelah pajak = 6 tahun 1 bulan dan 9 hari
Break Even Point (BEP) = 47,52%
Kelayakan pabrik CSC dari limbah tongkol jagung dapat ditinjau dari segi proses, peralatan, lokasi, dan ekonomi. Berdasarkan dari segi ekonomi, dimana nilai ROR setelah pajak adalah 12% ini menyatakan bahwa nilai ROR lebih besar dari bunga bank yang diberikan yakni 10%. Sehingga keuntungan pabrik lebih besar dari bunga pinjaman yang harus dibayarkan kepada bank.