Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Andrew Wiarto (STUDENT ID : andrewwiarto98@gmail.com)
Suratno Lourentius (LECTURER ID : ..)
. Setiyadi (LECTURER ID : .)
Subject
Engineering
Datestamp
2020-07-30 05:12:57
Abstract :
Pabrik DME dengan kemurnian DME yaitu 99,5% layak didirikan. Hal ini dikarenakan pabrik memproduksi DME. DME tersebut akan dicampurkan kedalam LPG. Ini merupakan langkah upaya untuk memenuhi kebutuhan LPG yang terus meningkat. DME dicampurkankan kedalam LPG dengan kadar 20%, dengan kadar DME 20% dapat mengurangi emisi CO2 dengan kisaran 30-80%, serta emisi NO dengan kisaran 5-15% jika dibandingkan dengan pembakaran murni LPG. Alasan lain pabrik DME ini layak didirikan berkaitan dengan segi ekonomi yang dihasilkan dari pabrik DME yaitu didapatkan pertama, laju pengembalian modal atau rate of return (ROR) dengan nilai sebesar 21,27% dan rate of equity (ROE) dengan nilai sebesar 16,37%. Nilai laju pengembalian modal ini lebih tinggi daripada bunga bank (10%). Kedua, Waktu pengembalian modal atau pay out time (POT) didapatkan POT
sebelum pajak pada tahun ke 4, bulan ke 8 dan hari ke 2 sedangkan POT sesudah pajak pada tahun ke 5, bulan ke 9 dan hari ke 5. Ketiga berkaitan dengan Titik impas atau break event point (BEP), pabrik ini memiliki nilai BEP sebesar 47,12%.
Bahan baku DME yaitu dari metanol kemudian didehidrasi sehingga terbentuk DME. Proses dehidrasi metanol terjadi didalam reaktor fixed bed dengan katalis gamma alumina pada suhu 376,88?C serta dengan tekanan 14,7 bar. Proses ini dapat menghasilkan konversi reaksi yaitu 80%. Selanjutnya DME yang dihasilkan akan dimurnikan dengan menggunakan proses distilasi sehingga menghasilkan DME dengan kemurnian tinggi 99,5%. Dengan kemurnian DME 99,5% maka produk dapat bersaing dengan produk DME diluar negeri yang juga memiliki kemurnian DME 99,5% dengan harga DME Rp. 8.500,00/kg