Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
. Revano (STUDENT ID : revanojohan97@gmail.com)
. Setiadi (LECTURER ID : ..)
Lourentius Suratno (LECTURER ID : ...)
Subject
Chemical Engineering
Datestamp
2020-08-03 15:41:53
Abstract :
Creamer biasanya digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan dan minuman, tujuan dari penambahan creamer adalah sebagai penambah cita rasa pada makanan dan minuman. Creamer akan dibuat dari bahan alami yaitu biji kedelai karena creamer dari biji kedelai memiliki berbagai macam kelebihan dibandingkan creamer yang terbuat dari bahan lain, beberapa kelebihannya adalah sehat dan mengandung calcium yang tinggi. Oleh karena itu, pada kesempatan ini akan dibuat prarencana pabrik creamer yang terbuat dari biji kedelai dengan kapasitas produksi 8.600 ton/tahun. Bahan baku pembuatan creamer yaitu menggunakan biji kedelai sebagai bahan baku dasar dan natrium bikarbonat yang berfungsi untuk menghilangkan bau anyir yang terdapat di dalam biji kedelai, serta adanya tambahan zat aditif yang berfungsi untuk menstabilkan protein dan pengawet yang berfungsi agar produk tidak cepat rusak dan tahan lama.
Proses pembuatan creamer dilakukan melalui 4 tahap utama yaitu mengupas dan merendam biji kedelai dengan menggunakan Larutan Natrium Bikarbonat (Larutan NaHCO3), kemudian biji kedelai diproses menjadi susu dan bubuk, masing-masing dengan perbandingan 80:20 dan dicampurkan dengan menggunakan tangki mixing (M-170). Kemudian dipekatkan dengan menggunakan evaporator (V-190) agar menjadi creamer kental, dan ditambahkan zat aditif dan pengawet agar produk tidak cepat rusak dan tahan lama. Tipe operasi dari pabrik creamer ini adalah semi kontinyu, semi kontinyu merupakan suatu proses dimana tidak selalu ada bahan yang masuk dan bahan yang keluar, bahan yang masuk dan keluar tidak berkesinambungan / berterusan, dan bahan yang masuk dan keluar terjadi pada saat dan waktu tertentu saja. Sistem semi kontinyu juga disebut sebagai gabungan antara sistem batch dan sistem continue. Prarencana pabrik creamer dari biji kedelai dengan kapasitas produksi 8.600 ton/tahun memiliki rincian sebagai berikut :
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas / PT
Nama Perusahaan : PT. Creamer Industry
Kapasitas Produksi: 8600 ton/tahun
Produksi : Creamer Kental
Waktu Beroperasi : Tahun 2026
Status Perusahaan : Swasta
Jumlah Pekerja : 120 orang
Hari Kerja Efektif: 330 hari/tahun, 24 jam/hari
Sistem Operasi : Semi Kontinyu
Luas Pabrik : 4.924 m2
Lokasi Pabrik : Kawasan Industri Ruguk, Kabupaten Lampung Selatan
Bahan Baku:
Biji Kedelai = 155.933.457 kg/tahun.
Natrium Bikarbonat = 1.734.603,75 kg/tahun.
Carboxymethyl Cellulose = 82.407,27 kg/tahun.
Sodium Caseinate = 164.814,54 kg/tahun.
Natrium Benzoat = 90.648,03 kg/tahun.
Utilitas:
Air = 6.339,301 m3/hari.
Steam = 16.936,560 kg/jam.
IDO = 2,4 m3/tahun.
Listrik = 32,974 kW.
Bahan Bakar = 174,708 kg/bulan.
Analisa Ekonomi :
Penjualan per tahun = Rp 1.801.506.645.000.
Fixed Capital Investment = Rp 58.593.128.110.
Working Capital Investment = Rp 8.788.969.210.
Total Production Cost = Rp 171.133.593.200.
ROR Sebelum Pajak = 45%.
ROR Sesudah Pajak = 38,4%.
ROE Sebelum Pajak = 65,6%.
ROE Sesudah Pajak = 58,1%.
POT Sebelum Pajak = 4 tahun dan 6 bulan.
POT Sesudah Pajak = 4 tahun dan 3 bulan.
Break Even Point = 50,11%.