Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Thomas Morus Papo Bage (STUDENT ID : tpapobage@gmail.com)
Yohanes Sudaryanto (LECTURER ID : 0730056201)
Sandy Budi Hartono (LECTURER ID : 0726127601)
Subject
Engineering
Datestamp
2020-07-30 05:54:22
Abstract :
Hexamethylenetetramine (HMTA) atau sering disebut sebagai hexamine merupakan salah satu bahan penunjang yang banyak digunakan di bidang kedokteran, industri resin, industri karet, industri tekstil, industri serat selulosa, dan industri buah. Banyaknya penggunaan hexamine di berbagai industri di Indonesia ditambah peningkatan jumlah industri di Indonesia dari tahun ke tahun mengakibatkan pemenuhan kebutuhan hexamine dalam negeri harus mengimport dari luar negeri. Melihat hal itu perlu dilakukan peningkatan jumlah industri hexamine di Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Proses pembuatan Heksamine dibuat dengan melakukan reaksi eksoterm antara formaldehida dan amonia dengan menggunakan proses kontinyu. Reaksi ini menghasilkan Hexamine sebagai produk utama dan larutan formaldehida sebagai produk samping. Proses kontinyu dipilih karena suhu reaksi dalam reaktor tidak terlalu tinggi, sehingga tidak diperlukan pemanasan arus masuk reaktor dan konsentrasi hexamine keluar reaktor relatif tinggi. Selain itu kondisi operasi yang berlangsung pada suhu rendah dan tekanan atmosferis, sehingga pengendalian yang dilakukan cukup mudah. Limbah yang dihasilkan dari proses ini adalah produk samping berupa larutan formaldehid dengan kadar rendah Limbah ini memiliki nilai ekonomis sehingga akan dijual kembali ke pabrik lain.