Abstract :
Sodium Carboxymethyl Cellulose(Na-CMC) merupakan suatu bahan tambahan yang berfungsi sebagai pengental. Kebutuhan bahan pengental di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan berkembangnya industri makanan dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan akan bahan pengental dengan jenis food grade sangat dibutuhkan. Indonesia sendiri masih mengimpor bahan pengental dengan jenis food grade dari luar. Sementara itu, Indonesia memiliki banyak hasil bumi yang mengandung selulosa. Selulosa sendiri merupakan bahan utama dalam pembuatan Na-CMC. Selulosa dapat ditemui pada kayu, sekam padi, eceng gondok, bahkan tongkol jagung. Di Indonesia jagung merupakan salah satu hasil bumi yang cukup melimpah. Sementara tongkol jagungnya, hanya digunakan sebagai pakan ternak dan sisanya dibuang. Sehingga tongkol jagung dipilih sebagai bahan utama dalam pembuatan Na-CMC pada prarencana pabrik ini. Selain untuk mengurangi limbah tongkol jagung, juga utnuk meningkatkan nilai jual tongkol jagung.
Pada Prarencana pabrik ini proses produksi dibagi menjadi dua tahapan yaitu tahap pemurnian dan tahap alkalisasi dan esterifikasi. Pada tahap pemurnian dilakukan secara bertingkat yaitu tahap bleaching dan tahap delignifikasi. Pada tahap bleaching, serbuk tongkol jagung diaduk dengan larutan NaClO2 untuk menghilangkan kandungan lignin dan hemiselulosa, sedangkan pada tahap delignifikasi menggunakan NaOH untuk mendapatkan selulosa yang lebih murni. Selanjutnya tahap kedua yaitu tahap alkalisasi dan esterifikasi. Pada tahapan ini, seluosa akan diubah menjadi alkaliselulosa kemudian bereaksi dengan asam monokloroasetat membentuk Na-CMC. Pemilihan proses dilakukan dengan mempertimbangkan daya kerja alat dan limbah yang dihasilkan dari proses produksi Na-CMC ini.
Prarencana pabrik Na-CM dari tongkol jaung memiliki rincian sebagai berikut:
Bahan baku : tongkol jagung
Kpasias produki : 4.000 on per tahun
Utlitas : air = 1.055,77 m3
Listrik = 504,4756 kW
Bahan bakar
- Solar : 26,2131 m3/tahun;
- IDO : 1.328,1975 m3/tahun
Jumlah tenaga kerja : 100 orang
Lokais pabrik : Kabupaten Lamongna, Provinsi Jawa Timur
Analisa Ekonomi
ROR sebelum pajak = 22,4%
ROR setelah pajak = 14,0%
ROE sebelum pajak = 37,4%
ROE setelah pajak = 24,3%
POT sebelum pajak = 3 tahun 4 bulan
POT sesudah pajak = 4 tahun 1 bulan 4 hari
BEP = 40%
Kelayakan pabrik Na-CMC dari tongkol jagung ini dapat ditinjau dari segi proses, peralatan, lokasi, dan ekonomi. Berdasarkan dari segi ekonomi, dimana nilai ROR setelah pajak sebesar ini menyatakan bahwa nilai ROR 0,14 menyataka bahwa nilai ROR lebih baik daripada sebelum pajak yaitu 0,224. Jadi keuntungan dari pra rencana parbrik ini lebih besar dari bunga pinjaman yang harus dibayar. Nilai BEP yaitu 40% dimana syarat dari BEP 40%