Abstract :
Remaja yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah, akan mengalami ketidakmampuan mencari solusi dan mengatasi stres dalam pemecahan masalah yang ditemukan dalam dunia pergaulan. Tujuan penelitian: untuk menjelaskan hubungan kecerdasan emosional dengan pergaulan remaja. Metode: korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi: Siswa dan Siswi di sekolah menengah kejuruan negeri 10 Surabaya yang berada pada 7 jurusan. Teknik sampling: cluster random sampling. Namun, penelitian ini terhalang Covid-19, sehingga menjadi sintesis literatur, yaitu membandingkan 10 artikel untuk di analisis berdasarkan tujuan, desain, populasi, sampel, teknik sampling, metode, instrumen, teknik analisa data, dan hasil penelitian. Penelusuran artikel penelitian dilakukan pada satu database dengan menggunakan kata kunci tertentu dalam rentang waktu 2010 - 2020. Dari 10 artikel yang di review, didapatkan 3 (30%) artikel dengan desain yang sama yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional, 9 (90%) artikel dengan subjek yang berbeda, 1 (10%) artikel dengan teknik sampling yang sama yaitu cluster random sampling,7 (70%) artikel dengan instrumen yang sama yaitu kecerdasan emosional. Dari 10 artikel yang di review, ditemukan keunggulan dari variabel dependen yaitu kecerdasan emosional yang lebih spesifik pada remaja usia 15 - 17 tahun, dibanding dengan 10 artikel yang telah di review.