DETAIL DOCUMENT
Pengaruh ekstrak daun afrika terhadap tebal epitel tubulus seminiferus tikus wistar diabetes melitus
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Aurellia Rosalind Lienardi (STUDENT ID : aurellia0306@gmail.com)
Niluh Suwasanti (LECTURER ID : .)
Dewa Ayu Liona Dewi (LECTURER ID : ..)
Subject
Medicine 
Datestamp
2021-01-28 04:43:37 
Abstract :
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan organ reproduksi pria, seperti penurunan motilitas dan jumlah sel sperma, gangguan spermatogenesis, dan disfungsi ereksi yang salah satu pengukurannya dapat dilihat melalui ketebalan epitel tubulus seminiferus. Obat herbal dapat digunakan untuk menunjang pengobatan diabetes. Banyak penelitian menyatakan daun Afrika dapat membantu mengatasi DM dan komplikasinya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun Afrika terhadap tebal epitel tubulus seminiferus tikus DM. Metode: Penelitian True Experimental dengan rancangan Post-Test Only Control Group Design menggunakan hewan coba Rattus norvegicus. Tikus dibagi dalam 5 kelompok yang terdiri dari 6 ekor tikus setiap kelompok. Tikus dibuat DM dengan diinduksi aloksan dosis tunggal 150 mg/kgBB/IP. Kelompok K tikus DM diberi glibenklamid 0,63 mg/kgBB, kelompok P0 tikus DM diberi CMC 0,1% 0,7 ml, kelompok P1 tikus DM diberi ekstrak daun Afrika dosis 100 mg/kgBB, kelompok P2 tikus DM diberi ekstrak daun Afrika dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok P3 tikus DM diberi ekstrak daun Afrika dosis 400 mg/kgBB. Perlakuan diberikan secara per oral menggunakan sonde selama 14 hari. Tikus dibedah dan diambil organ testisnya untuk dibuat preparat. Hasil diuji secara statistik dengan uji ANOVA. Hasil: Rata-rata tebal epitel kelompok K 79,61 ?m, kelompok P0 59,96 ?m, kelompok P1 71,87 ?m, kelompok P2 67,31 ?m, dan kelompok P3 63,95 ?m dengan hasil signifikan (p=0,000). Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun Afrika terhadap tebal epitel tubulus seminiferus dengan kelompok K memberikan hasil terbaik dan diikuti kelompok P1. 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya