DETAIL DOCUMENT
Negosiasi identitas budaya lamaholot keluarga keturunan Flores Timur di Surabaya
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Theresia Oktaviona Temaluru (STUDENT ID : oktavionatemaluru@gmail.com)
Finsensius Yuli Purnama (LECTURER ID : ..)
Brigitta Revia Sandy Fista (LECTURER ID : ..)
Subject
Communication Science 
Datestamp
2021-01-28 14:31:54 
Abstract :
Penelitian ini akan membahas mengenai negosiasi identitas budaya Lamaholot keluarga keturunan Flores Timur di Surabaya dalam menegosiasikan identitas budayanya. Melalui teori 10 asumsi negosiasi identitas dapat dijelaskan jika proses negosiasi identitas yang dilakukan keluarga keturunan Flores Timur memberikan pemaknaan yang berbeda-beda bagi masing-masingnya. Kini kehidupan keluarga keturunan Flores Timur di Surabaya telah melebur dan berbaur menjadi satu dengan warga setempat, mereka pun mengesampingkan perbedaan dan membangun komunikasi yang baik. Metode yang digunakan ialah metode fenomenologi dengan jenis penelitian kualitatif untuk membantu peneliti menganalisis fenomena yang sedang berkembang. Analisis negosiasi identitas budaya ini dibagi menjadi 3 subbab antara lain: Latar Belakang Keluarga Informan, Negosiasi Identitas Budaya Lamaholot, Negosiasi identitas: Persaudaraan, Pengungkapan Diri dan Penerimaan. Hasilnya adalah keluarga keturunan Flores Timur merupakan orang-orang yang mendiami Flores Timur daratan, pulau Adonara dan pulau Solor. Mereka datang ke Surabaya karena alasan pendidikan, pernikahan, dan pekerjaan. Negosiasi identitas budaya oleh keluarga keturunan Flores Timur dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik, terlibat dalam berbagai kegiatan baik pribadi maupun bersama, dan menunjukkan kebudayaannya melalui kesenian seperti lagu, tarian dan fashion serta kuliner seperti makanan. Dari proses negosiasi ini, ketiga informan memaknai pengalamannya sebagai persaudaraan, pengungkapan jati diri dan penerimaan. 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya