Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Valentino Bervia Lunardi (STUDENT ID : valentinolunardi70@gmail.com)
Maria Yuliana (LECTURER ID : ..)
Suryadi Ismadji (LECTURER ID : .)
Subject
Engineering
Datestamp
2021-01-25 14:38:27
Abstract :
Biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang dapat digunakan dalam produksi industrial. Biomassa memiliki kemampuan untuk dikonversi menjadi berbagai jenis bahan kimia, salah satunya adalah levulinic acid (LA). LA disebut sebagai multi-platform product. Poli-uretan merupakan produk terbesar yang dihasilkan di Indonesia dengan menggunakan turunan LA, yaitu levulinic acid gammavalerolactone. Selain itu LA juga diperlukan untuk produksi biodiesel dan bioetanol. Pada tahun 2020, diperlukan suplai LA sebanyak 88.634,46 ton untuk memenuhi kebutuhan tersebut sedangkan selama ini LA masih banyak diperoleh melalui impor dari luar negeri sehingga produksi LA di Indonesia memiliki peluang besar untuk
direalisasikan.
Proses pembuatan LA terdiri dari proses persiapan bahan baku (eceng gondok berkadar air 55%), produksi LA dan pemisahan serta pemurnian produk LA. Produksi LA dilakukan dengan 2 reaktor subkritis batch berpengaduk dengan jaket pemanas, yaitu reaktor-1 untuk mengkonversi selulosa menjadi C6-sugar dan C5-sugar serta hemiselulosa menjadi C5-sugar dengan kondisi operasi 220?; 20,41 atm. Fase aqueous yang telah dipisahkan dari fase organik dengan menggunakan decanter dialirkan menuju reaktor-2 untuk mengkonversi C6-sugar menjadi 5-HMF melalui proses dehidrasi dimana reaksi berjalan pada suhu 160oC pada tekanan 20,68 bar, 5-HMF kemudian dihidrolisis membentuk produk utama LA dan produk samping asam format dengan kondisi operasi 180oC dengan tekanan 1 atm selama 1,5 jam. LA kemudian dipisahkan dari air dan asam format menggunakan vaporizer dan produk bottom dialirkan menuju menara distilasi 1 dan diperoleh kemurnian LA sebesar 90,11%, pemisahan lebih lanjut dilakukan di menara distilasi 2 memisahkan 5-HMF dan LA dengan kemurnian 99,10% (pengotor: 0,31% GVL dan 0,59% 5-HMF).
Prarencana pabrik Levulinic Acid berbahan baku eceng gondok memiliki rincian sebagai berikut:
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Produksi : Levulinic acid (LA) dan 5-HMF (sebagai produk samping)
Status Perusahaan : Swasta
Kapasitas Produksi : 10.000 ton/tahun
Hari Kerja Efektif : 330 hari/tahun
Sistem Operasi : Semi batch
Masa Konstruksi : 1,5 tahun
Waktu Mulai Operasi : Tahun 2020
Bahan Baku : Eceng gondok
Kapasitas Bahan Baku: 141,73 ton/hari
Utilitas :
? Air : Air sanitasi = 6,424 m3/hari
Air proses = 48,68 m3/hari
Air pendingin = 8.288,67 m3/hari
Air umpan boiler = 150,59 m3/hari
? Listrik : 497,32 kW
? Bahan Bakar : Solar = 917,22 m3/bulan
Jumlah Tenaga Kerja : 142 orang
Lokasi Pabrik : Kawasan Industri Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Luas Pabrik : 62.257,6 m2
Dari hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan didapatkan:
? Fixed Capital Investment (FCI) : Rp 537.608.415.210,89
? Working Capital Investment (WCI) : Rp 153.285.301.735,32
? Total Production Cost (TPC) : = Rp 2.093.552.698.174,37
? Penjualan per tahun : Rp 2.359.275.107.739,45
Analisa ekonomi dengan metode Discounted Cash Flow:
? Rate of Return (ROR) sebelum pajak : 20,55%
? Rate of Return (ROR) sesudah pajak : 14,52%
? Rate of Equity (ROE) sebelum pajak : 39,59%
? Rate of Equity (ROE) sesudah pajak : 28,31%
? Pay Out Time (POT) sebelum pajak : 4 tahun
? Pay Out Time (POT) sesudah pajak : 4 tahun 9 bulan.
? Break Even Point (BEP) : 40,1%
? Minimum Acceptable Rate of Return : 6,86%