Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Johanes Christian Herlambang (STUDENT ID : johanesofficial@gmail.com)
Theresia Yuliati (LECTURER ID : ..)
Hartono Pranjoto (LECTURER ID : ..)
Subject
Engineering
Datestamp
2021-02-15 08:16:25
Abstract :
Penyiraman otomatis terbukti lebih efektif dan hemat (listrik
maupun pupuk) dibandingkan metode penyiraman lainya. Adapun
kekurangan dari sistem yang ada adalah perlakuan diberikan kepada tanaman
secara menyeluruh, menjadi tidak efisien karena nutrisi/air tidak diberikan
berdasarkan kebutuhan. Berangkat dari masalah tersebut, munculah inovasi
sistem pemantauan dan kontrol secara addressable dengan metode tanam
tabulampot dan melon emas sebagai objeknya.
Penyiraman dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman yang
dipengaruhi oleh lingkungan. Tanaman akan disiram setiap pk 06.00, 11.00,
16.00, pemberian nutrisi berdasarkan intensitas cahaya. Jika intensitas cahaya
<50.000 makan akan diberikan nutrisi sebanyak 150cc, bila intensitas cahaya
nilainya >50.000 maka akan diberikan nutrisi sebanyak 300cc. Selain itu juga
dilakukan kontrol terhadap kelebaban diantara 60%-70% dengan
menggunakan kipas, kontrol pH dan nutrisi setiap pk 06.00, 10.00, 14.00,
16.00 dengan menggunakan asam sulfat dan nutrisi AB mix.
Hasil yang diperoleh adalah sensor-sensor yang digunakan memiliki
tingkat presisi 99%, dilihat dari persentase error yang kurang dari 1% dengan
nilai mendekati alat ukur yang terjual dipasaran sebagai parameter utama,
diketahui bahwa sensor bekerja dengan persentase error untuk pembacaan
suhu 0.13159%, error untuk pembacaan kelembaban adalah 0.07258%,
persentase error sensor untuk pembacaan pH adalah 1.71649%, Dari data
yang diperoleh, diketahui bahwa persentase error sensor untuk pembacaan
TDS adalah 0.10458%, persentase error sensor untuk pembacaan intensitas
cahaya adalah 0.12539%, alat mampu menampilkan dan melakukan kontrol
terhadap nutrisi dan pH tanaman.