Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Andreas Alvin (STUDENT ID : alvinwibisono@yahoo.co.id)
Ira Nugerahani (LECTURER ID : ..)
Susana Ristiarini (LECTURER ID : ..)
Subject
Agriculture and Food Technology
Datestamp
2021-01-26 06:58:54
Abstract :
Monascus purpureus telah diupayakan ditumbuhkan pada media biji
durian untuk menghasilkan angkak biji durian. Penggunaan biji durian merupakan upaya untuk memanfaatkan limbah industri pengolahan pangan. Angkak biji durian memiliki karakteristik pigmen yang mirip dengan angkak beras, namun perlu diupayakan untuk menghasilkan rendemen pigmen yang lebih banyak. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan menambahkan sumber karbon dalam bentuk gula sederhana yang terdapat pada molases. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi molases terhadap produksi pigmen M. purpureus M9 pada angkak biji durian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu konsentrasi molases (M) dengan enam taraf perlakuan yaitu M0=0%; M1=2%; M2=4%; M3=6%; M4=8% dan M5=10% diulang empat kali. Hasil dari penelitian ini menunjukkan konsentrasi molases berpengaruh nyata terhadap warna bubuk angkak biji durian, kadar pigmen larut akuades, kadar pigmen larut etanol 99,9% serta profil pigmen larut akuades dan etanol 99,9%. Perlakuan yang terbaik berdasarkan kadar pigmen adalah perlakuan M4 dengan nilai L 43,83, nilai a* 14,92, nilai b* 7,08, nilai C 16,54 dan nilai oH 24,45 serta kadar pigmen larut akuades sebesar 16,86 AU/g (kuning); 9,23AU/g (jingga); dan 8,19AU/g (merah) dan kadar pigmen larut etanol sebesar 9,8 AU/g (kuning); 2,5 AU/g (oranye); dan 3,0 AU/g (merah).