Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Gracia Hingis Wongkar (STUDENT ID : graciahingiswongkar@gmail.com)
Shella Permatasari Santoso (LECTURER ID : 0709119004)
Suryadi Ismadji (LECTURER ID : 0721126901)
Subject
Engineering
Datestamp
2021-01-28 02:26:28
Abstract :
Furfural merupakan senyawa organik siklik dengan lima atom karbon sebagai unsur utama kerangka. Senyawa dengan rumus molekul C2H4O2 ini merupakan bahan baku dalam banyak sektor industri seperti industri minyak pelumas, karet sintetis, plastik, cat, zat perekat, resin dan parfum. Disamping penggunaanya yang tinggi, sampai saat ini, tidak ada pabrik furfural yang didirikan di Indonesia. Kebutuhan furfural di Indonesia selama ini
dipenuhi melalui impor dari Cina. Dengan berdirinya pabrik furfural di Indonesia, kebutuhan furfural untuk industri dapat dipenuhi secara mandiri dan juga dapat
meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan devisa. Dalam prarencana pabrik kali ini diusulkan suatu proses yang ramah lingkungan dan memanfaatkan limbah biomassa (yaituampas sagu) untuk pembuatan furfural. Produk furfural dari ampas
sagu ramah lingkungan karena menggunakan pelarut asam dengan kadar rendah dalam proses pembentukan furfural, selulosa dan lignin. Proses produksi furfural di pabrik yang direncanakan ini secara garis besar adalah sebagai berikut: Proses yang pertama kali dilakukan adalah pengeringan bahan baku berupa ampas sagu hingga kadar air 16%. Setelah itu, Hemiselulosa yang diperoleh dari ampas sagu dihidrolisis menggunakan katalis asam sulfat 3% pada kondisi sub-kritis (206°C, 18 atm). Dalam proses hidrolisis ini xilosa akan diproduksi yang kemudian didehidrasi dengan H2O dalam kondisi sub-kritis sehingga
terbentuk furfural. Konversi xilosa ke furfural adalah 80%. Proses selanjutnya adalah pemurnian furfrual dengan menggunakan destilasi dan decanter sehingga menghasilkan
persen kemurnian furfrual 96%. Pabrik furfural direncanakan untuk didirikan di provinsi Papua Barat mengingat potensi lahan sagu yang luas (1,20 juta hektar). Untuk pemasaran furfural, dapat dijual ke industri besar di Indonesia untuk pembuatan resin, plastik, atau industri cat atau tinta. Harga jual furfural dari pulp sagu memiliki harga yang jauh lebih murah daripada harga pasar internasional karena bahan yang digunakan (ampas sagu) berlimpah dan tidak digunakan lagi. Prarencana pabrik furfural memeliki rinician sebagai berikut,
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Produksi : Furfural
Kapasitas Produksi : 10.000 ton/tahun
Masa Konstruksi : 2 tahun
Waktu mulai beroperasi : 2023
Kebutuhan bahan baku : 162.437 ton ampas sagu
Utilitas : Air : 3.581 m3/hari
Listrik : 2.951 kW/hari
IDO : 3.400.578 kg/tahun
Butana : 16.163.730 kg/tahun
Solar : 75 liter/tahun
Jumlah Tenaga Krja : 65 orang
Lokasi Pabrik : Distrik Kais, Sorong
Luas Pabrik : 71.884 m2
Harga Jual Furfural : Rp 15.244/ kg
Modal Tetap : Rp 146.411.334.726
Modal Kerja : Rp 694.975.243.559
Biaya Produksi : Rp 734.498.395.620
ROR sesudah pajak : 21,5%
ROE sesudah pajak : 28,4%
POT sesudah pajak : 5 tahun 5 bulan
BEP : 58%
Pabrik furfural ini layak untuk didirikan karena dengan harga jual yang ditentukan dapat menutup biaya operasional dan seiring naiknya harga bahan baku, pabrik furfural masih dapat beroperasi dengan keuntungan yang relatif tinggi.