DETAIL DOCUMENT
Pengaruh konsentrasi bubuk daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) dalam air seduhan terhadap total flavonoid dan kemampuan mereduksi ion besi mi basah
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
David Agus Setiawan Wibisono (STUDENT ID : davidwibisono25@gmail.com)
Paini Sri Widyawati (LECTURER ID : ..)
Adrianus Rulianto Utomo (LECTURER ID : ..)
Subject
Agriculture and Food Technology 
Datestamp
2021-04-27 07:04:27 
Abstract :
Mi sebagai salah satu jenis makanan olahan dari tepung terigu cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Mi basah merupakan salah satu bentuk produk mi berdasarkan tahap pengolahan dan kadar airnya. Mi basah adalah mi mentah yang telah direbus dan memiliki kadar air yang lebih tinggi dibandingkan bentuk produk mi lainnya. Beluntas (Pluchea indica (L.) Less) mengandung senyawa fitokimia yang mampu berperan sebagai antioksidan sehingga penambahan beluntas dalam pembuatan mi basah diharapkan dapat meningkatkan nilai fungsional produk mi basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bubuk daun beluntas dalam air seduhan terhadap total flavonoid dan kemampuan mereduksi ion besi produk mi basah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal berupa konsentrasi bubuk daun beluntas dalam air seduhan dengan tujuh taraf perlakuan, yaitu 0 (P1); 5 (P2); 10 (P3); 15 (P4); 20 (P5); 25 (P6); dan 30% (b/v) (P7). Penelitian ini diulang sebanyak empat kali. Parameter utama yang diuji meliputi total flavonoid dan kemampuan mereduksi ion besi produk mi basah. Data dianalisa statistik dengan ANOVA (Analysis of Variance) pada ? = 5%, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan?s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bubuk daun beluntas dalam air seduhan berpengaruh terhadap rendemen ekstrak, total flavonoid, dan kemampuan mereduksi ion besi mi basah. Mi basah dengan konsentrasi bubuk daun beluntas dalam air seduhan 30% (b/v) memiliki rendemen ekstrak tertinggi (16,3525 ± 0,1799% b/b mi kering), total flavonoid tertinggi (131,6892 ± 1,5595 mg CE/kg mi kering), dan kemampuan mereduksi ion besi tertinggi (84,9772 ± 0,1096 mg GAE/kg mi kering). 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya