Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Mercy Samuel Sasauw (STUDENT ID : samuelsasauw@gmail.com)
Akhsaniyah Akhsaniyah (LECTURER ID : 142150857)
Nanang Krisdinanto (LECTURER ID : 142100659)
Subject
Communication Science
Datestamp
2021-08-19 06:27:07
Abstract :
Penelitian ini mengungkapkan bagaimana perlawanan perempuan Sumba
dalam budaya Sumba itu sendiri. Penelitian ini dianalisa menggunakan metode
semiotika Charles Sanders Peirce yang berfokus pada ikon, indeks dan simbol
dengan pendekatan kualitatif. Budaya Sumba yang kental akan budaya patriarki
seakan dipatahkan dalam film ini. Banyak film yang mengangkat tentang Sumba
terutama tentang keindahan alamnya tapi sangat sedikit film yang berani untuk
mengangkat tentang perlawanan perempuan Sumba. Peneliti menemukan dua
macam perlawanan perempuan Sumba yang di tunjukan dalam film. Pertama
perlawanan perempuan dengan menggunakan kekerasan seperti membunuh
dengan katopo atau meracuni makanan hingga mengambil alih kendaraan dengan
menggunakan katopo dan yang kedua perlawanan perempuan dengan berdiskusi
untuk menyelesaikan masalah seperti berdiskusi terhadap perampok hingga polisi.
Pada dasarnya budaya Sumba lebih mengutamakan laki-laki dalam segala aspek
kehidupan sehingga perempuan seringkali dipandang sebelah mata, hal ini terjadi
karena memang sudah menjadi budaya yang turun-menurun dari nenek moyang
mereka. Hasil dari penelitian ini adalah perempuan Sumba digambarkan mampu
memberikan perlawanan dalam bentuk kekerasan atau diskusi dalam film Marlina
si Pembunuh Dalam Empat Babak.