DETAIL DOCUMENT
pengaruh sediaan hidrogel lendir bekicot (Achatina fulica) terhadap jumlah fibroblas dan limfosit pada luka bakar tikus galur wistar
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Moetia Rakhmaningtyas Pramesti (STUDENT ID : moetia.pramesti@gmail.com)
Teguh Widodo (LECTURER ID : 0703096403)
Subject
Pharmacy 
Datestamp
2021-08-20 05:16:48 
Abstract :
Combustion, burn atau luka bakar merupakan luka yang terjadi pada tubuh yang dapat ditimbulkan oleh panas (api, air panas, matahari, listrik), atau oleh zat-zat kimia (asam atau basa kuat). Pengobatan tradisional menggunakan lendir bekicot dipercaya secara turun-temurun sebagai bahan alam berkhasiat antimikroba. Sediaan hidrogel ialah polimer hidrofilik yang dapat menyerap sejumlah air dan juga mempertahankan air tersebut dalam keadaan mengembang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas lendir bekicot (Achatina fulica) dalam sediaan hidrogel. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan desain post test only control group randomized design. Sebanyak dua puluh empat tikus putih galur Wistar dibagi dalam 4 kelompok K(-) hidrogel tanpa bahan aktif, K(+) Bioplacenton, P1 lendir bekicot, P2 hidrogel lendir bekicot), kemudian tikus yang telah dilukai diberikan perlakuan sesuai kelompoknya. Pengamatan dilakukan dua kali yaitu setelah 3 dan 7 hari dengan mengorbankan tikus putih lalu mengambil jaringan kulitnya. Data dianalisis dengan metode One Way Anova dilanjutkan dengan Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hidrogel lendir bekicot dapat menurunkan jumlah limfosit dan meningkatkan jumlah fibroblast. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa sediaan hidrogel lendir bekicot (Achatina fulica) efektif untuk mempercepat penyembuhan luka bakar dengan menurunkan jumlah sel limfosit dan meningkatkan fibroblas tikus putih galur Wistar. 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya