Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Michael Kenny Khohari (STUDENT ID : manage.michael.k.17@ukwms.ac.i)
A.Y.Yan Wellyan Toni P A.Y.Yan Wellyan Toni P (LECTURER ID : 0721017201)
Yulika Rosita Agrippina Yulika Rosita Agrippina (LECTURER ID : 0701079401)
Subject
Business
Datestamp
2021-08-30 07:15:45
Abstract :
E-commerce dalam industri kuliner telah memasuki aplikasi dalam
smartphone. Hadirnya layanan pesan antar makanan menyediakan kenyamanan
bagi konsumen dalam memperoleh produk makanan yang mereka inginkan. Salah
satu layanan pesan antar makanan yang paling sering digunakan di Indonesia adalah
GoFood, yang merupakan layanan milik GoJek. Penting bagi GoFood untuk
menyediakan eWOM dan interactivity, agar konsumen dapat merasakan perceived
relevance yang berhubungan dengan diri mereka, yang akan mengarah pada
timbulnya purchase intention. EWOM dalam GoFood berbentuk rating yang
diberikan oleh konsumen setelah mereka membeli dan mencoba makanan dari
sebuah restoran. Rating tersebut merupakan penilaian atas layanan yang diberikan
oleh driver GoJek yang mengantar makanan serta restoran yang menyediakan
makanan.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah eWOM dan interactivity dapat
mempengaruhi purchase intention melalui perceived relevance pada pengguna
aplikasi GoFood di Surabaya. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 150
responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive
sampling. Kuesioner disebarkan dalam bentuk Google Form. Teknik yang
digunakan untuk menganalisis data adalah SEM (structural equation modeling)
dengan menggunakan program LISREL 8.80.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa eWOM berpengaruh signifikan positif
terhadap perceived relevance, interactivity berpengaruh signifikan positif terhadap
perceived relevance, perceived relevance berpengaruh signifikan positif terhadap
purchase intention, eWOM berpengaruh signifikan positif terhadap purchase
intention melalui perceived relevance, dan interactivity berpengaruh signifikan
positif terhadap purchase intention melalui perceived relevance.