Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Yunita Warcindi Putri (STUDENT ID : yunitacindi58@yahoo.com)
Iwan Sahrial Hamid (LECTURER ID : 0)
Y. Teguh Widodo (LECTURER ID : 0703096403)
Subject
Pharmacy
Datestamp
2021-08-31 06:16:31
Abstract :
Luka insisi merupakan kerusakan karena adanya robekan linier
pada kulit dan jaringan di bawahnya. Selama ini pengobatan luka insisi
yang sering digunakan dimasyarakat yaitu povidone iodine 10%, Akan
tetapi dapat menimbulkan efek samping yaitu iritasi, reaksi toksik dari
iodine dan kulit terbakar. Bekicot (Achatina fulica) merupakan salah satu
hewan yang mempunyai kandungan achasin isolate yang berfungsi sebagai
antibakterial dan antiinflamasi sehingga membantu mempercepat
penutupan jaringan kulit dan luka. Pada penelitian ini lendir bekicot
diformulasikan dalam bentuk hidrogel dengan polimer PVA dan CMC Na.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan
hidrogel dengan bahan aktif lendir bekicot terhadap penyembuhan luka
insisi tikus putih galur wistar melalui pengamatan panjang luka dan jumlah
sel PMN. Sebanyak 24 ekor tikus putih diadaptasikan selama 7 hari,
kemudian secara randomized dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu K (-
) (hidrogel tanpa bahan aktif), K (+) (Betadine salep (povidone iodine)), P1
(lendir bekicot), dan P2 (hidrogel dengan bahan aktif) masing-masing
kelompok terdiri dari 6 ekor. Panjang luka diamati secara makroskopis dan
jumlah sel PMN diamati secara mikroskopis dengan perbesaran 400x. Data
uji statistik menggunakan metode one way ANOVA dilanjutkan dengan
Post Hoc test menggunakan uji Duncan Test. Hidrogel lendir bekicot dapat
menurunkan panjang luka (1,63 ± 0,3215) dan dapat menurunkan jumlah
sel PMN (10,33 ± 2,52). Berdasarkan hasil dari penelitian ini hidrogel
lendir bekicot efektif dalam menyembuhkan luka insisi terhadap waktu
penyembuhan dan penurunan sel PMN.