DETAIL DOCUMENT
Efektivitas dan efek samping klomifen sitrat pada penyakit Polycystic Ovary Syndrome
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Diana Pratami Fajar Putri (STUDENT ID : amifajar0699@gmail.com)
Elisabeth Kasih (LECTURER ID : 0719048801)
Diga Albrian Setiadi (LECTURER ID : 0710069005)
Subject
Pharmacy 
Datestamp
2021-09-02 07:18:12 
Abstract :
Polycytic Ovary Sindrome atau PCOS terjadi karena kelebihan hormon luteinizing dan kekurangan hormon perangsang folikel sehingga menyebabkan peningkatan hormon androgen dan menyebabkan disfungsi ovulasi. Klomifen sitrat merupakan terapi lini pertama dalam mengobati Polycytic Ovary Sindrome atau PCOS. Klomifen sitrat dapat digunakan secara standar dan secara stair-step. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas klomifen sitrat yang digunakan pada penyakit PCOS dan untuk mengetahui apa saja efek samping klomifen sitrat pada penyakit PCOS. Metode penelitian non-eksperimental dengan menggunakan pendekatan literatur review berupa jurnal yang dipakai sebagai sumber dalam penelitian. Pencarian literatur akan dilakukan mulai bulan agustus 2020 dengan menggunakan database online PUBMED dan google scholar. Jurnal yang akan diambil untuk penelitian ini merupakan jurnal untuk lima tahun terakhir yaitu dari 01 januari 2015 hingga saat ini. Berdasarkan pencarian literatur tersebut diperoleh jurnal sebanyak 8, dengan subjek penelitian berupa wanita yang telah terdiagnosa PCOS pada rentangan usia 15-49 tahun. Hasil penelitian menunjukan klomifen sitrat memiliki efektivitas yang baik dimana tingkat ovulasi dan kehamilan cukup tinggi. Klomifen sitrat memiliki efektivitas yang baik pada dosis 100 mg. Penggunaan klomifen sitrat dengan protokol stair-step memiliki efektivitas yang lebih baik daripada penggunaan klomifen sitrat standar. Efek samping ringan meliputi efek samping ringan meliputi: vasomotor symptomps (10%), sakit kepala dan mual muntah (3,5%), gangguan mood (69%), gastrointestinal. Efek samping berat: gangguan visual (<2%) dan penipisan dinding endometrium. Efek samping ini dapat hilang jika penggunaan klomifen sitrat dihentikan 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya