Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Jesica Burju Clara Alverina (STUDENT ID : kresensiajesii97@gmail.com)
Lisa Soegianto (LECTURER ID : ..)
Subject
Pharmacy
Datestamp
2021-09-06 07:09:40
Abstract :
Fungi endofit dalam tanaman diisolasi untuk mendapatkan senyawa berkhasiat karena fungi endofit mampu menghasilkan senyawa metabolit yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat. Sekitar 130 jenis alkaloid yang berbeda telah diisolasi dari Catharanthus roseus (L.) dan beberapa di antaranya memiliki aktivitas farmakologi. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode sterilisasi permukaan dan pengaruh bagian tanaman terhadap hasil isolasi fungi endofit tanaman Tapak Dara (Catharanthus roseus) menurut beberapa penelitian. Metode dalam
penelitian ini berupa pencarian literatur menggunakan database Google Scholar dan PubMed Isolation fungi Catharanthus roseus , skrining duplikasi, skrining dengan
kriteria inklusi dan eksklusi, skrining eligibilitas, ekstraksi data dan analisa data. Berdasarkan 11 artikel yang telah ditelaah, perbedaan metode sterilisasi permukaan seperti perbedaan kombinasi agen sterilisasi serta lama perendaman dapat mempengaruhi jumlah fungi endofit yang didapatkan dari tanaman Tapak dara (Catharanthus roseus). Kombinasi pelarut yang dapat menghasilkan jumlah fungi endofit paling banyak dalam penelitian ini adalah etanol 75% dan sodium hipoklorit 4% dengan lama perendaman masingmasing 1 dan 5 menit pada bagian daun tanaman Tapak dara (Catharanthus roseus) yaitu sebanyak 8 jenis fungi endofit. Hasil isolasi dari bagian tanaman yang berbeda mempengaruhi hasil isolasi fungi endofit. Fungi endofit
Alternaria alternata dapat ditemukan hampir di setiap bagian Tapak dara (Catharanthus roseus). Daun merupakan bagian penghasil fungi endofit yang paling banyak dan beragam.