Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Jeremia Jonathan Martinus (STUDENT ID : jejonathan7@gmail.com)
Suratno Lourentius (LECTURER ID : 0706045901)
Maria Yuliana (LECTURER ID : 0706078605)
Subject
Engineering
Datestamp
2021-12-14 14:39:19
Abstract :
Detergen adalah salah satu komoditi hasil industri kimia yang
paling banyak digunakan dan masuk dalam kategori kebutuhan primer rumah tangga. Khususnya dalam era globalisasi dimana pertumbuhan penduduk yang meningkat tajam, secara tidak langsung akan berdampak pada kebutuhan primer masyarakat yang meningkat. Jumlah kebutuhan yang meningkat tanpa adanya peningkatan produksi dalam negeri dapat mengakibatkan Indonesia mengalami ketergantungan impor deterjen dari luar negeri untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu untuk memenuhi neraca massa kebutuhan deterjen dalam negeri perlu dibangun industri deterjen baru yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.Selama ini proses pembuatan deterjen kebanyakan didominasi
oleh proses sulfonasi dengan menggunakan metode penambahan asam sulfat serta Oleum 20%. Penggunaan sulfonasi dengan metode tersebut
menghasilkan produk samping berupa (spent acid) dalam jumlah yang besar sehingga mempersulit proses pemisahan pada tahap netralisasi, serta spent acid dalam jumlah besar perlu dilakukan tahap treatment hingga dapat dijual kembali dimana hal ini dapat berakibat pada meningkatnya biaya instrumen alat proses. Berdasarkan permasalahan tersebut pendirian pabrik deterjen dengan menggunakan metode sulfonasi dengan menggunakan gas SO3 menjadi solusi. Proses sulfonasi gas SO3 menghasilkan sedikit limbah dan intrumen alat proses yang digunakan cukup sederhana karena hanya terdiri dari 5 tahapan utama (Oksidasi, Sulfonasi, Neutralisasi, Mixing dan Spray drying). Produk utama yang diproleh dari proses ini adalah deterjen bubuk, serta produk samping berupa larutan asam sulfat yang kemurniannya sebesar 70%.Berdasarkan analisa ekonomi pada prarencana pabrik ini, diperoleh bahwa investasi pada pabrik deterjen dengan proses sulfonasi gas SO3 ini prospektif. Prarencana pabrik deterjen dengan proses sulfonasi gas SO3 memiliki rincian sebagai berikut:
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Produksi : Deterjen
Status Perusahaan : Swasta
Kapasitas Produksi : 57.360 ton/tahun
Hari Kerja Efektif : 330 hari/tahun
Sistem Operasi : Kontinu
Massa Konstruksi : 4 tahun
Waktu Mulai Beroperasi : Tahun 2025
Bahan Baku : Dodecylbenzene, sulfur, NaOH dan zat aditif
Utilitas : Air sungai = 280.500 m3/tahun
Listrik = 7.831.772,78 kW/tahun
IDO = 128,7 m3/tahun
LNG = 587.365,1617 ton/tahun
Solar = 25,9776 m3/tahun
Jumlah tenaga kerja : 160 orang
Lokasi Pabrik : Gresik, Jawa Timur
Analisa Ekonomi :
? Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 432.882.950.755
? Working Capital Investment (WCI) : Rp. 217.151.821.278
? Total Production Cost (TPC) : Rp. 282.262.229.642
? Penjualan per tahun : Rp. 466.102.919.803,20
Analisa ekonomi dengan metode Discounted Flow pada harga jual ideal:
? Rate of return investment (ROR) sebelum pajak : 14,6%
? Rate of return investment (ROR) sesudah pajak : 8,7%
? Rate of equity (ROE) sebelum pajak : 40,48%
? Rate of equity (ROE) sesudah pajak : 26%
? Pay out time (POT) sebelum pajak : 5 tahun 4 bulan dan 1 hari
? Pay out time (POT) sesudah pajak : 6 tahun 9 bulan dan 4 hari
? Break even point (BEP) : 40,82