Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Naomi Ruella Effendi (STUDENT ID : naomi.ruella@yahoo.com)
Agustinus Pratisto Trinarso (LECTURER ID : 0715027002)
Subject
Philosophy
Datestamp
2021-09-09 08:17:30
Abstract :
Skripsi ini merupakan kajian filosofis yang berusaha untuk mengungkapkan
konsep keindahan menurut Shaftesbury dan menganalisis secara kritis konsep
keindahan tersebut, serta melihat relevansinya dengan situasi dewasa ini. Skripsi
ni juga berupaya untuk memberikan pemahaman yang lebih luas akan konsep
keindahan. Dalam estetika (filsafat keindahan), keindahan adalah sebuah prinsip
penting yang membuat suatu karya seni dapat memberikan sebuah pengalaman
estetis bagi subjek yang mengamatinya. Teori keindahan menurut Shaftesbury
adalah objek material dari skripsi ini dan objek formal dari skripsi ini adalah kajian
kritis filosofis terhadap objek keindahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menemukan konsep keindahan yang dikemukakan oleh Shaftesbury dan
menemukan relevansinya dengan situasi seni dewasa ini. Penelitian ini dilakukan
metode studi pustaka dan interpretasi filosofis.
Konsep keindahan yang dikemukakan oleh Shaftesbury mencakup beberapa
hal, yaitu gagasan mengenai indra moral dan indra seni, ketanpapamrihan, serta tiga
ingkatan keindahan, diantaranya, keindahan jasmani, keindahan rohani atau
piritual, dan keindahan ilahi. Untuk mencapai keindahan yang sesungguhnya
manusia harus melepaskan diri dari kepentingan (disinterestedness), dan terlebih
dahulu mengalami pengalaman estetis. Maka, hakikat keindahan Shaftesbury
adalah keindahan yang objektif, tanpa pamrih, simetris, harmoni, mengagumkan,
proporsional, agung dan bersifat transendental yang sumbernya berasal dari Sang
Ilahi. Keterbatasan dari teori keindahan Shaftesbury adalah Shaftesbury tidak
menjelaskan keindahan secara metafisik. Untuk mencapai putusan keindahan yang
benar-benar objektif mensyarakatkan ketidakbergunaan dari suatu objek estetik.
Kritik terhadap masyarakat dewasa ini adalah dalam menikmati keindahan suatu
karya seni harus dilepaskan dari segala kepentingan.