Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Geby Juliana Juliana (STUDENT ID : gebyjuliana@yahoo.co.id)
Y. Teguh Widodo (LECTURER ID : 03.)
Rondius Solfaine (LECTURER ID : ..)
Subject
Pharmacy
Datestamp
2021-09-17 08:15:13
Abstract :
Penelitian ini akan dilakukan pembuatan obat antipiretik dalam bentuk sediaan patch yang digunakan daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai bahan aktif, HPMC sebagai matrik dan isopropil miristat sebagai enhancer. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis pengaruh sediaan patch ekstrak etanol daun pepaya dengan enhancer isopropil dan matrik HPMC dapat menurunkan temperatur dan jumlah neutrofil pada tikus putih yang telah diinduksi pepton 5% secara subkutan. 25 tikus putih jantan galur Wistar dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu K(-) ; K(+) ; Perlakuan 1 (patch tanpa ekstrak dan enhancer) ; Perlakuan 2 (patch dengan ekstrak dan tanpa enhancer) ; Perlakuan 3 (patch dengan ekstrak dan enhancer). Dalam penelitian ini parameter yang digunakan adalah temperatur tubuh tikus yang diamati tiap 15 menit selama 300 menit menggunakan ear thermometer dan jumlah neutrofil yang diamati tiap 60 menit selama 300 menit. Data dianalisis menggunakan SPSS 25.0 dengan metode One Way Anova dan dilanjutkan dengan metode Duncan. Hasil dari penelitian ini adalah adalah patch ekstrak etanol daun pepaya dapat menurunkan temperatur dan jumlah neutrofil tikus putih. Daun pepaya dapat membantu menghambat pada prostaglandin yang akan menurunkan titik thermostat tubuh di hipotalamus sehingga demam menjadi turun. Penambahan enhancer isopropil miristat dapat menurunkan temperatur tubuh tikus walaupun memiliki onset kerja obat yang lama daripada parasetamol. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu patch ekstrak etanol daun pepaya dengan matrik HPMC dan enhancer isopropil miristat dapat menurunkan temperatur dan jumlah neutrofil pada tikus putih.