Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Devi Setya Ariani (STUDENT ID : devisetya37@gmail.com)
Ruddy Hartono (LECTURER ID : 0)
Ida Ayu Andri Parwitha (LECTURER ID : ..)
Subject
Pharmacy
Datestamp
2021-09-17 08:27:11
Abstract :
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh coronavirus jenis terbaru yaitu Severe Acute Respiratory Coronavorus-2 (SARS-CoV-2) merupakan permasalahan kesehatan di seluruh dunia. Salah satu terapi utama yang direkomendasikan adalah antivirus. Lopinavir-Ritonavir merupakan salah satu antivirus yang direkomendasikan diawal pandemi. Akibat dari tingginya efek samping yang ditimbulkan oleh Lopinavir-ritonavir, Solidarity Trial?s International Steering Committee menyatakan penghentian uji klinis antivirus Lopinavir-Ritonavir pada pasien COVID-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji efektivitas dan keamanan penggunaan Lopinavir-Ritonavir khususnya di Indonesia disaat beberapa negara lain tidak merekomendasikan. Penelitian dilakukan secara observasional menggunakan data rekam medis retrospektif. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 40 subjek memenuhi kriteria penelitian. Regimen dosis pemberian Lopinavir-Ritonavir (200/50mg) secara umum adalah 2 kali sehari 2 tablet selama 10 ? 14 hari. Parameter durasi perbaikan hasil swab pasien menjadi negatif terjadi setelah terapi 10 ? 14 hari (45%). Efek samping berupa peningkatan kadar AST maupun ALT ditemukan pada 15 pasien. Kejadian gangguan gastrointestinal yang umum ditemukan berupa mual, muntah, dan diare.