DETAIL DOCUMENT
PENGARUH PENYEBERANG PEJALAN KAKI TERHADAP KECEPATAN LALU LINTAS (STUDI KASUS-JPO PASAR KM.5 JL. KOL. H. BURLIAN PALEMBANG)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
JEKI ARYAN, NIM.112016032
Subject
teknik jalan raya 
Datestamp
2020-09-12 06:54:19 
Abstract :
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) pada Jalan Kol. H. Burlian khusus Burlian khususnya terletak di kawasan Pasar KM.5 Palembang, Merupakan salah satu jembatan penyeberangan yang berada di jalan Kol H.Burlian. Banyak penyeberang pejalan kaki yang tidak menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) dan lebih memilih memilih untuk menyeberang ke ruas jalan pada jalan Kol. H. Burlian, Kawasan Tersebut mempunyai fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO), namun kenyataannya dilapangan jembatan tersebut tidak maksimal penggunaanya, artinya masih ada penyeberang khususnya pejalan kaki yang menyeberang langsung ke area jalan tanpa menggunakan jembatan penyeberangan, Keengganan penyeberangan pejalan kaki tanpa melewati jembatan penyeberangan orang (JPO) tentu kondisi tersebut menarik untuk dikaji bahwa perilaku pejalan kaki tersebut mempunyai pengaruh terhadap kecepatan lalu lintas atau tidak dan seberapa besar pengaruhnya. Survey awal dengan melakukan penghitungan arus lalu lintas harian selama 24 jam menggunakan metode pencacahan manual, serta metode visual dengan kamera video. Survey lalu lintas harian diketahui waktu puncak yaitu puncak pagi (07.30 ? 10.30) dan puncak sore (14.30 ? 17.30). pada masing-masing waktu puncak kemudian dikaji perbandingan perilaku penyeberang melalui jembatan dan melalui jalan. Khusus untuk perilaku penyeberang melalui jalan akan diteliti pengaruhnya terhadap jumlah lama kendaraan tertahan serta kecepatan mobil penumpang ketika terjadi aktifitas penyeberangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada waktu pagi hari penyeberang melalui jembatan lebih banyak dari pada memalui area ruas jalan. Hal ini menunjukan pada pagi hari fasilitas jembatan penyeberangan cukup efektif. Pada waktu sore hari penyeberang melalui jembatan lebih sedikit dari pada melalui jalan. Hal ini menunjukan pada sore hari fasilitas jembatan penyeberang tidak efektif. Pada puncak pagi rata-rata penyeberang jalan mampu menahan 2 kendaraan selama 1.37 detik. Pengaruh terhadap kecepatan mobil penumpang pada puncak pagi menghasilkan kecepatan sebelum kejadian 22.43 Km/Jam, sesaat kejadian 18.35 Km/Jam, setelah kejadian 19.1 Km/Jam. Selama puncak menghasilkan kecepatan sebelum kejadian 17.45 Km/Jam, sesaat kejadian 13.48 Km/Jam, setelah kejadian 24.07 Km/Jam. Hal ini menunjukan penyeberang melalui jalan mampu mempengaruhi kelancaran lalu lintas pada jalan Kol. H. Burlian. Kata kunci : Penyeberang, Pejalan kaki, Arus lalu lintas. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Palembang