Abstract :
Rismita. 2020. Nilai Agama dan Sosial Sastra Lisan dalam tradisi Pernikahan Mintak wali Adat Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Sarjana (S1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Sakdiah Wati, M.Pd., (II) Surismiati, S.Pd., M.Pd.
Kata kunci: nilai agama, sosisal, dan sastra lisan.
Latar belakang pada penelitian ini adalah masalah Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku, adat istiadat, agama, dan kebudayaan. Keanekaragaman budaya inilah yang membentuk aset bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan, sehingga budaya bangsa Indonesia terlindungi dari berbagai pengaruh budaya luar yang bertujuan untuk memudarkan bahkan menghilangkan nilai-nilai budaya bangsa, bagaimanakah nilai agama dan sosial sastra lisan yang terkandung dalam tradisi pernikahan mintak wali masyarakat desa Lingga kecamatan Lawang Kidul kabupaten Muara Enim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai agama dan sosial sastra lisan yang ada dalam tradisi pernikahan mintak wali desa Lingga kecamatan Lawang Kidul kabupaten Muara Enim. Tradisi lisan mintak wali merupakan sastra lama yang sudah dilakukan sejak dahulu di mana dalam tradisi lisan ini dituturkan dalam pantun dan syair yang mengandung makna, nilai, dan nasihat. Sastra lisan ini menggunakan bahasa yang halus dan santun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, angket dan rekaman. Setelah data-data terkumpul kegiatan selanjutnya adalah mengolah data informan yang digunakan untuk mengolah data tersebut sebanyak lima (5) informan adalah Arifin, Rusmali, Sudarman, Saidina Ali dan Maryani. Berdasarkan analisis melalui wawancara dan rekaman maka ditemukanlah empat (4) tradisi lisan mintak wali yaitu mendaki rasan, seserahan, mintak wali dan serawak enim. Dalam tradisi lisan ini terdapat nilai agama dan moral yang terkandung didalam setiap tradisi lisan tersebut.