Abstract :
Kata kunci: Pengaruh, media,reog, menulis, teks, fabel.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang sering menghadapi kesulitan dalam
menulis teks fabel. Peneliti memerlukan media dalam belajar untuk meningkatkan
kemampuan siswa dalam menulis teks fabel. Permasalahan dalam penelitian adalah
adakah pengaruh mediaReog terhadap kemampuan menulis teks fabel siswa kelas VII
SMP Bina Mulya Tanjung Enim? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh media reog terhadap kemampuan siswa menulis teks fabel dan mengetahui
kemampuan siswa dalam menulis teks fabel. Metode penelitian ini menggunakan
metode eksperimen yang menggunakan rancangan kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol pretest dan posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII
SMP Bina Mulya Tanjung Enim yang berjumlah 68 siswa. Peneliti menentukan
sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan porposive sample. Sampel
dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebanyak 23 siswa sebagai kelas
eksperimen dan kelas VIIB sebanyak 22 siswa sebagai kelas kontrol. Data penelitian
ini diperoleh melalui wawancara guru Bahasa Indonesia, tes siswa, angket siswa kelas
VII SMP Bina Mulya Tanjung Enim. Data penelitian ini dianalisis menggunakan
analisis data tes objektif, tes menulis teks fabel dan angket siswa dengan pertemuan
selama dua hari. Berdasarkan hasil deskripsi penelitian, diperoleh simpulan bahwa pengaruh media reogterhadap kemampuan menulis teks fabel siswa kelas VII SMP
Bina Mulya Tanjung Enim tergolong signifikan, karena terbukti padat
hitunghasil yang
diperolehsebesar 15,229 dant
hitungpadatarafsingnifikan 5% t
0,025 dengandk = 43
yaitusebesar 2,017. Jadi, t
hitunglebihbesardibandingkandengant
tabelatau 15,229 > 2,017.
Hipotesis yang dikemukakan, yaitu pengaruh media reog terhadap kemampuan
menulis teks fabel siswa kelas VII SMP Bina Mulya Tanjung Enim terbukti
kebenarannya. Penulis menyarankan agar siswa kelas VII SMP Bina Mulya Tanjung
Enim lebih giat dan bersungguh-sungguh belajar menulis teks fabel agar
mendapatkan hasil yang lebih baik dan guru Bahasa Indonesia harus kreatif dalam
memilih media belajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.