Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
ARAFATSYAH, NIM. 612015110
Subject
Komunikasi dakwah
Datestamp
2019-09-24 06:22:10
Abstract :
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui konsep kepemimpinan menuurut
QS. An-nisa Ayat 59 dan mengetahui pendapat para ulama mengenai tafsir surah An-
Nisa ayat 59.
Dalam analisis data digunakan analisa kualitatif deskriptif yaitu analisis
dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Berdasarkan hasil pembahasan
dapat disimpulkan bahwa pemimpin adalah individu yang memiliki pengaruh
terhadap individu lain dalam sebuah sistem untuk mencapai tujuan bersama.
Kepemimpinan dalam islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan
kitabullah dan sunnah rasulullah SAW, Oleh karena itu sosok pemimpin yang
disyariatkan adalah pemimpin yang beriman sehingga hukum-hukum Allah SWT
dapat ditegakkan dan diterapkan. Hukum-hukum Allah SWT harus ditegakkan agar
keadilan dan kebenaran dapat terjamah oleh orang-orang yang tertindas dan
terzhalimi baik itu dari kalangan muslim maupun non muslim karena pada
hakikatnya islam itu adalah rahmat bagi seluruh alam, Ada dua hal yang harus
diperhatikan menyangkut kepemimpinan dalam surah An-Nisa ayat 59. Pertama:
Kepemimpinan dalam pandangan Al-qur?an bukan sekedar kontrak sosial antara
pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi juga merupakan ikatan perjanjian antara dia
dengan Allah SWT, atau dengan kata lain, amanah dari Allah SWT, Kedua: Apabila
amanah diabaikan maka kehancuran akan tiba. Mengabaikan adalah menyerahkan
tanggung jawab kepada seseorang yang tidak wajar memikulnya, karakteristik yang
harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: bertakwa kepada Allah, Siddiq,
jujur dan amanah, tablig, fathonah, tegas, adil, bertanggung jawab dan senang
bermusyawarah.
Allah SWT berfirman: ?Hai orang-orang yang beriman, ta?atilah Allah dan
ta?atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.? (QS. An-Nisa? Ayt 59) Dalam
ayat ini Allah menjadikan ketaatan kepada pemimpin pada urutan ketiga setelah
ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya. Namun, untuk pemimpin disini tidaklah datang
dengan lafadz ?Ta?atilah? karena ketaatan kepada pemimpin merupakan ikutan dari
ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya SAW. Oleh karena itu, apabila seorang
pemimpin memerintahkan untuk berbuat maksiat kepada Allah maka tidak ada lagi
kewajiban dengar dan ta?at, Pemimpin mempunyai kedudukan yang tinggi dalam Islam. Rasulullah shallallahu SAW bersabda: ?Penguasa adalah naungan Allah di
bumi. Barangsiapa yang memuliakannya maka Allah akan memuliakan orang itu,
dan barangsiapa yang menghinakannya, maka Allah akan menghinakan orang
tersebut.? (HR. Ahmad 5/42)
Kata Kunci: Pendapat Ulama?, Library Research, Kepemimpinan, QS. An-Nisa Ayat