Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
RIO SANJAYA, NIM. 612015022
Subject
Komunikasi dakwah
Datestamp
2019-09-25 03:12:46
Abstract :
ABSTRAK
Rio Sanjaya, 2019, Peranan Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
Sumatera Selatan terhadap Karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang
Studi Kasus Mushollah As-syifa Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah
Palembang.
Peranan dakwah pimpinan wilayah muhammadiyah sumatera selatan
terhadap karyawan rumah sakit muhammadiyah palembang adalah
pengkoordinasian dan menganalisis kegiatan dakwah yang ada di
lembaga/instansi yang berideolgi islam yang di lihat dari aspek-aspek manajemen
dakwah, mencakup subjek/Da?i, objek/mitra, materi, metode, dan sarana dakwah
muhammadiyah kepada karyawan rumah sakit muhammadiyah palembang.
Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan tentang analisis tentang
pengaturan secara sistematisdan koordinatif dalam kegiatan dakwah pimpinan
wilayah muhammadiyah sumatera selatan terhadap di rumah sakit
muhammadiyah palembang. Rumah sakit muhammadiyah palembang adalah
instansi kesehatan berideologi islam yang di lihat dari aspek-aspek manajemen
dakwah belum lama berdiri dan masih perlu pembelajaran dalam pengelolaan bagi
dari segi pelayanan maupun kegiatan ke islaman. Dimana kegiatan ke-islaman
yang di kelola dari pimpinan wilayah muhammadiyah sumatera selatan dan unit
AIK(Al-Islam Kemuhammadiyahan) Rumah sakit muhammadiyah palembang.
Maka dari itu kegiatan tersebut perlu adanya pengelolaan secara sistematis dan
konsepsional sehinggah menghadirkan dakwah yang fungsional.
Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatifyang menggunakan
obyek penelitian dari garis besar latar belakang rumah sakit muhammadiyah
palembang . Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan beberapa
narasumber, kemudian dengan observasi,dan pengumpulan beberapa artikel dan
dokumentasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kegiatan dakwah yang
ada di rumah sakit muhammadiyah palembang sudah sistematis dan konsepsional
terlihat dari pelaku dakwahnya yang memiliki pendidikan dan pengalaman dalam
ilmu keislaman (Al-Islam Kemuhammadiyahan), objek/mitra dakwahnya telah di
sesuaikan dengan kemampuan dalam pemberian materi, materi dakwah yang di
berikan sudah tersusun dan memiliki silabus sendiri, metode dakwah yang di
gunakan di sesuaikan dengan kondisiobjek/mitra dakwah dan sarana dakwah
sudah cukup memadai.
Organisasi Muhammadiyah tumbuh dan berkembang bersamaan dengan
tumbuhnya kesadaran kebangkitan nasional setelah organisasi Budi Utomo dan
Sarekat Islam. Lahirnya organisasi ini bermuara pada kenyataan di masyarakat.
Terjadinya kekeliruan-kekeliruan dalam memahami ajaran agama Islam.
menjamurnya tindakan-tindakan Bid?ah, Khurafat dan Tahayul atau lebih dikenal
dengan sebutan TBC dalam kalangan masyarakat pada masa ini. Muhammadiyah
vii
secara etimologis berarti pengikut nabi Muhammad, karena berasal dari kata
Muhammad, kemudian mendapatkan ya nisbiyah, sedangkan secara terminologi
berarti gerakan Islam, dakwah amar ma?ruf nahi mungkar dan tajdid, bersumber
pada al-Qur?an dan as-Sunnah.