Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
WAHYU ADI SETIAWAN, NIM. 222015018
Subject
pelaporan keuangan
Datestamp
2019-09-27 01:21:45
Abstract :
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana profitabilitas, leverage, likuiditas dan
struktur modal berpengaruh dalam meningkatkan nilai perusahaan manufaktur sektor industri
barang konsumsi yang ada di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018? Tujuannya untuk
mengetahui adakah pengaruh profitabilitas, leverage, likuiditas dan struktur modal berpengaruh
dalam meningkatkan nilai perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang ada di
Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Metode
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi.
Teknik analisis data yang digunakan adalah melakukan uraian dan penjelasan mengenai
profitabilitas, leverage, likuiditas dan struktur modal dalam meningkatkan nilai perusahaan
manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018.
Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Profitabilitas terendah dalam penelitian ini adalah PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk tahun 2015 sebesar 0,0404 dan nilai ROA tertinggi adalah PT. Multi
Bintang Indonesia, Tbk pada tahun 2017 sebesar 0,5267; 2) Leverage terendah dalam penelitian ini
adalah PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk tahun 2014 sebesar 0,0709 dan nilai DER
tertinggi adalah PT. Multi Bintang Indonesia, Tbk pada tahun 2015 sebesar 3,0286; 3) Likuiditas
terendah dalam penelitian ini adalah PT. Multi Bintang Indonesia, Tbk tahun 2014 sebesar 0,5139
dan nilai CR tertinggi adalah PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk pada tahun 2014
sebesar 10,2542; dan 4) Struktur Modal terendah dalam penelitian ini adalah PT. Industri Jamu dan
Farmasi Sido Muncul, Tbk tahun 2014 sebesar 0,0662 dan nilai DAR tertinggi adalah PT. Multi
Bintang Indonesia, Tbk pada tahun 2014 sebesar 0,7518.
Kata kunci: profitabilitas, leverage, likuiditas dan struktur modal, nilai perusahaan, BEI