Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
IKBAL ALPAHSYAH, NIM. 452013015
Subject
ekologi hutan
Datestamp
2019-11-05 06:23:51
Abstract :
Kerusakan lahan merupakan salah satu bentuk gangguan yang sering terjadi
seperti kerusakan ekologis, kebakaran hutan dan lahan, eksploitasi lahan merupakan
penyebab degradasi lahan, dampak negatif yang ditimbulkan meliputi kerusakan
ekologis, dan menurunnya keanekaragaman hayati. Seiring berjalannya waktu, lahan
atau hutan yang telah terjadi kerusakan akan mengalami proses suksesi, perlahan akan
ditumbuhi jenis-jenis pionir yang toleran terhadap kondisi lahan yang miskin unsur
hara. Pada dasarnya kondisi vegetasi hutan sekunder bervariasi berdasarkan curah
hujan yang ada. Maka jenis permudaan alam yang mendominansi hutan revegetasi
alami teridiri dari :Cassia suratensis, Macaranga gigantea, Macaranga triloba dan
Mollotus paniculatus. Balik angin (Mollatus paniculatus) merupakan jenis tumbuhan
pionir pada suksesi alami yang memiliki daya adaptasi sangat baik dengan lingkungan
dan tergolong jenis yang cepat tumbuh dan banyak dijumpai pada lahan kering.Tujuan
penelitian ini ialah menganalisis pola sebaran kayu Balik Angin, struktur
pertumbuhan, dan interaksi Balik Angin dengan jenis lainnya. Metode yang
digunakan yaitu metode kuantitatif dengan melakukan analisis vegetasi dengan cara
pengambilan sampel secara acak (Random sampling), dilakukan pembuatan plot
lingkaran dengan radius 1 m untuk semai, 3 m untuk pancang, 5 m tiang, dan 10 m
untuk pohon.Berdasarkan struktur vegetasi jenis balik angin (Mollotus paniculatus)
lebih mendominansi pada tingkat tiang dengan jumlah nilai Kerapatan sebesar 111,
sedangkan nilai struktur kerapatan tingkat vegetasi pada tingkat semai sebesar 2468,
pancang 1309, tiang 347, dan pohon 42. Pola penyebaran kayu balik angin masih
relatif mengelompok yang ditunjukkan dengan nilai frekuensinya kurang dari 1 atau
?0,5. Nilai Frekuensi pada tingkat semai yaitu 0.50, pancang 0.28, tiang 0.50, dan
pohon 0.075.Kayu balik angin memiliki kemampuan adaptasi yang baik pada
lingkungan. Tumbuhan balik angin dapat dikatakan mampu berasosiasi dengan baik
dengan tumbuhan lainnya artinya mampu berinteraksi dengan tumbuhan lain,
sehingga dilihat dari kurva nilai kerapatan membentuk pola seperti huruf J terbalik,
yang terdiri dari 36 jenis tumbuhan yang hidup berdampingan dengan Balik Angin.
kata kunci: balik angin, suksesi alami, lahan kering