Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
RINI ANTIKA, NIM. 342015076
Subject
Bakteriologi
Datestamp
2019-12-28 03:02:40
Abstract :
kata kunci: antibakteri, ekstrak buah pedada, Staphylococcus epidermidis.
Infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme antara lain oleh bakteri virus, jamur, dan parasit. Penyakit infeksi ditularkan dari satu orang ke oran lain. Salah satu penyebab penyakit infeksi yaitu bakteri Staphylococcus epidermidis yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit. Penggunaan antibiotik sintetik dapat menyebabkan resistensi dan efek samping yang ditimbulkan. Salah satu alternatif bahan alami yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit infeksi kulit ialah senyawa kimia metabolit sekunder yang terkandung di dalam buah pedada (Sonneratia caseolaris L.) yaitu steroid, alkaloid dan flavonoid. Senyawa kimia tersebut berpotensi sebagai antimikroba, oleh karena itu penelitian ini di lakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah pedada terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari enam perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, 70%, 80%, 90% 100%, uji lanjut BNT dan simpulan. Untuk menguji aktivitas antibakteri menggunakan metode Difusi Agar dengan kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemberian ekstrak buah pedada berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan nilai signifikasi 0,000 < ? 0,05; (2) Pada uji BNT menunjukan bahwa konsentrasi 70% ekstrak buah pedada sudah dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis.