Institusion
Universitas Muhammadiyah Palembang
Author
NANIK WARDANI MUSLIKAH, NIM. 702016007
Subject
Fisiologi Manusia
Datestamp
2020-01-18 05:13:29
Abstract :
Kebutuhan tidur dan istirahat merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi,
tetapi sering kali tidak disadari peranannya, terutama pada lansia. Prevalensi
gangguan tidur pada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 67%. Terapi non
farmakologi dapat diberikan untuk mengatasi gangguan tidur, seperti sleep
restriction, sleep hygiene, relaxation therapy, dan stimulus control therapy. Salah
satu bentuk relaxation therapy yang dapat dilakukan adalah senam otak. Senam
otak ditujukan untuk merelaksasi (dimensi pemusatan), menstimulasi (dimensi
lateralis) dan meringankan (dimensi pemfokusan). Diharapkan senam otak
terbukti dapat mengurangi kondisi gangguan tidur pada lansia. Penelitian ini
bertujuan Untuk mengetahui pengaruh senam otak pada lansia dengan insomnia di
Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang. Metode Penelitian ini
merupakan penelitian Quasy Experimental Pre-Post Test with One Group yang
dilakukan di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang pada bulan Juli-
Desember 2019. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total
sampling dan didapatkan 32 orang responden. Diberikan perlakuan berupa senam
otak diberikan 3 kali perminggu selama 4 minggu. Metode analisis yang
digunakan adalah Paired sample T test. Hasil didapatkan Rerata usia responden
adalah 69,31 tahun dan didominasi oleh perempuan (62,5%). Rerata skor
insomnia sebelum melakukan senam otak adalah 18,31 dan setelah melakukan
senam otak adalah 15,9. Didapatkan perbedaan rerata yang signifikan antara
sebelum dengan setelah senam otak (p < 0,000). Kesimpulan Terdapat pengaruh
senam otak dengan insomnia pada lansia di Panti Lanjut Usia Harapan Kita
Palembang.
Kata Kunci: senam otak, insomnia, lansia